Truk Tangki Bbm Kencing Di Jalan, Ditangkap Sat Reskrim Polres Ponorogo

0
258

Ponorogo, Berita Patroli
Mobil tangki BBM kencing, Istilah tersebut sebagai sebutan praktik nakal oknum sopir yang mengurangi isi muatan BBM truk tangki oleh para sopir yang nakal.
Sempat tak terdengar lama, praktik curang tersebut terjadi di Kabupaten Ponorogo. Sido, 40, warga Cekok, Babadan, Ponorogo dan Achmad Rosidi, 39, warga Mundu, Gemarang, Madiun, harus meringkuk di tahanan.

Kedua sopir truk tangki BBM PT Pertamina Patra Niaga ini disangka pasal penggelapan. Mereka diduga sengaja mengurangi muatan untuk dijual.  ‘’Kasus ini terungkap dari informasi warga,’’ kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Rudi Darmawan, (13/6).
Kedua tersangka ditangkap di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek masuk Desa Pangkal, Kecamatan Sawo, Ponorogo. Tepatnya Kamis (8/6) lalu sekitar pukul 11.00 Wib.  Saat itu, mereka hendak mengirim BBM ke Trenggalek. Namun, di tempat kejadian perkara (TKP), mereka sengaja mengurangi muatan BBM-nya untuk dijual kepada penadah Yoyok Hariadi.

‘’Hasilnya penjual masuk kantong pribadi,’’ . Kedua tersangka mengaku aksinya sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Modusnya, sengaja tidak memasang segel pada bagian pengisian dan pada kran pengeluaran BBM setelah melakukan pengisian BBM di Depo Pertamina Madiun.

Keduanya baru memasang segel setelah mengurangi isinya. ‘’Pengurangannya sekitar 60 liter setiap kali beraksi,’’ ungkapnya sambil menyebut truk tangki BBM yang dibawa bermuatan 16.000 liter.

Polisi menyita dua unit truk tangki BBM Pertamina kapasitas 16.000 liter masing-masing bernopol L 8715 UA dan W 8389 UR. Juga diamankan dua lembar surat pengantar pengiriman BBM jenis pertalite dengan tujuan dua SPBU di Trenggalek.
Uang hasil penjualan BBM hasil penggelapan Rp 270.000 turut disita sebagai barang bukti. Kedua tersangka dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara.  ‘’Masih proses penyidikan lebih lanjut,’’.

Pihaknya juga mengamankan Yoyok Hariadi, yang disangka sebagai penadah BBM hasil penggelapan kedua tersangka. Dari tangan Yoyok, polisi menyita satu unit mobil Suzuki APV hitam B 1747 OT dan tujuh jerigen masing-masing berisi 30 liter BBM jenis pertalite, solar dan pertamax.

Yoyok dijerat pasal 480 KUHP tentang membeli barang hasil kejahatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara.  ‘’Tersangka Yoyok juga kami tahan di Mapolres Ponorogo,’’ .Kasat Reskrim Ponorogo. (pria)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 + 2 =