Tiga Kasus Berbeda Diduga “Menjerat” Sandiaga Uno

0
105

Jakarta,beritapatroli.net

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akan memeriksa Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hari ini, Kamis (18/1/2018) terkait tiga kasus berbeda termasuk dugaan tindak pidana penggelapan tanah milik Erward Suryadjaja di Jalan Curug, Tangerang, Banten, pada 2012.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan jadwal pemeriksaan tersebut. “Status Sandiaga hingga kini masih sebagai saksi terlapor,” kata Argo kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Foto:Sandiaga Uno, politikus Partai Gerindra

Politikus Partai Gerindra itu dipanggil karena tiga laporan berbeda. Di antaranya terkait kasus pengalihan saham dan dugaan pemalsuan.

“Ya tiga itu beda-beda semua. Ada pengalihan saham, kemudian pemalsuan, dan penggelapan. Tapi objeknya sama, tanah di Tangerang,” lanjut Argo.

Sementara itu, Sandi berjanji akan buka-bukaan dalam pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, hari ini (Kamis,18/1/2018).

 

Foto:Sandiaga Uno berjanji akan buka-bukaan dalam pemeriksaan sebagai saksi.

Nantinya, Sandi akan dipanggil sebagai saksi atas kasus yang dituduhkan kepada dirinya dan Andreas Tjahyadi.“Kan (sebagai) saksi, ya. Surat sudah ditunjukkan bahwa dia akan dipanggil,” ucap Argo.Sandi sebelumnya meminta penundaan panggilan Direktorat Reserse Umum Polda Metro Jaya, dengan tuduhan penggelapan tanah milik Erward Suryadjaja di Jalan Curug, Tangerang pada 2012.

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, pihaknya telah memanggil orang nomor dua di Jakarta itu pada 2017.

“Kami sudah panggil tahap pertama pada 11 Oktober 2017, tapi beliau minta ditunda oleh kuasa hukumnya,” kata dia.

Pemeriksaan tersebut terkait laporan yang dilakukan pada 8 Maret 2017. Laporan itu tercantum dalam LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum. Pelapor dalam kasus tersebut adalah Fransiska Kumalawati Susilo selaku kuasa hukum dari Djoni Hidajat.

Foto: Sandi siap diperiksa polisi.

Panggilan pemeriksaan tersebut merupakan kelanjutan dari panggilan yang sebelumnya dijadwalkan pada 11 Oktober 2017. Saat itu, kuasa hukum dari Sandiaga meminta supaya pemeriksaan ditunda lantaran kesibukan Sandi untuk persiapan pelantikan sebagai Wagub DKI Jakarta.

Surat yang ditandatangani Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi itu terbit pada 15 Januari 2018. Surat itu diketahui sebagai surat panggilan yang kedua karena tidak terdapat kejelasan dari kuasa hukum Sandiaga hingga saat ini.

Argo juga membenarkan soal surat panggilan tersebut. “Ya betul ada surat (panggilan) itu,” ujarnya.

Selain Sandiaga, Fransiska juga melaporkan Andreas Tjahjadi. Meski demikian, Andreas telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani hari-harinya di Rutan Polda Metro Jaya. Andreas juga dilaporkan dalam perkara yang sama.admin

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

fifteen − four =