Terdakwa Pemalsu Saham Dirut PT Teknopak Industri ‘Dilepas’

0
804
Foto:Direktur Utama (Dirut) PT Teknopak Industri, Budi Hariyanto Kartika alias Marba Kartika (62).

Jakarta,beritapatroli.net

Direktur Utama (Dirut) PT Teknopak Industri, Budi Hariyanto Kartika alias Marba Kartika (62) terdakwa kasus pemalsuan dan penggelapan saham perusahaan ‘dilepas’ dari tahanan Polres Tigaraksa, Tangerang—tanpa alasan yang jelas.

“Terdakwa sebelumnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Tangerang sejak 21 November 2017. Namun, kemarin, oknum jaksa dan hakim ‘main mata’ meminta Polres Tiga Raksa untuk ‘melepas’ terdakwa dengan status tahanan kota,” kata sumber Berita Patroli di Jakarta, Senin (26/2).

Kasus ini terungkap, setelah Pengadilan Negeri Tangerang yang dipimpin Hakim Muhammad Danis memeriksa tiga orang saksi korban pemalsuan dalam tanda tangan yang dilakukan terdakwa di persidangan, beberapa waktu lalu.

Foto: Terdakwa hadir dalam pemeriksaan 3 saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang.

Jaksa Penuntut Umum Tri Sutrisno mendakwa Budi Haryanto memalsukan tanda tangan dan menggelapkan saham perusahaan dengan cara mengajukan penambahan kredit modal kerja.

Terdakwa yang berkantor  di Jalan Industri No.88 Kampung Garudug, Desa Ranca Iyuh, Kabupaten Tangerang, saat ini diperiksa dan diadili di Pengadilan Negeri Tangerang. Pada persidangan Selasa 20 Februari 2018, Majelis Hakim yang diketuai Muhammad Danis memeriksa keterangan saksi korban yang juga sebagai pelapor yaitu Boby Narsudi, Rafi Artha Yuwono, dan Handi Nurzandi yang ketiganya pengurus dan juga pemilik saham di perusahaan tersebut.

Kasus ini berawal pada 3 Mei 2017 mengajukan penambahan kredit modal kerja di Bank Mandiri Tangerang. Namun, untuk mendapatkan kredit itu, syaratny adanya persetujuan dari direksi maupun dewan komisasris (ketiga saksi-red). Selanjutnya, untuk membuat risalah deputi pemegang saham Marba Kartika menghubungi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada saksi Agung Dwi Humuntu dari Bank Mandiri.

Setelah Agung mengirim konsep risalah itu, terdakwa membuat konsep dengan memalsukan tanda tanda tangan ketiga saksi itu. Dan uang tersebut cair. Namun, uang hasil pencairan kredit tersebut digunakan terdakwa Marba Kartika untuk memperkaya diri, sehingga perusahaan  “Bukan untuk penambahan modal kerja,” kata Tri Sutrisno.

Terdakwa juga menggelapkan asset tanah pabrik. Akibat perbuatan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum Tri Sutrisno menuntut terdakwa melanggar Pasal 263 Ayat (2) KUHP. Red

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight + 3 =