“Status Dokter Aucky Hinting Makin Kuat Wanprestasi”

0
221

Surabaya, Berita Patroli

Sangat disayangkan, ndua ahli yang digadang-gadang mampu untuk membuktikan
pemilik Klinik Ferina ini tidak bersalah dalam melakukan proses bayi tabung terhadap penggugat dan adanya perbuatan  ingkar malah justru berbalik menyerang Aucky Hinting. Rabu  (25/10/2017).

Persidangan yang digelar diruang candra, Dr Budi Wiweko mengatakan, penggugat tidak termasuk pasien infertilitas  sekunder, artinya, pasutri yang tidak hamil dalam waktu satu  tahun (tidak normal).

“Tapi jika sebelumnya sudah hamil (pasangan normal),  proses bayi tabung itu tak boleh dilakukan,”terang Budi  Wiweko saat menjawab pertanyaan tim kuasa hukum penggugat,
Eduard Rudy Suharto pada persidangan.

Dr Aucky Hinting, PhD, SP, And melalui tim kuasa hukumnya  menghadirkan dua saksi ahli pada persidangan perdata,  gugatan wanprestasi yang dilakukan mantan pasien bayi  tabung, Tomy Han dan Evelyn Soputra.

Dua saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan tersebut  adalah, Dr. Budi Wiweko , SPOG, selaku Ketua Persatuan  Dokter Otentik Indonesia (Perfitti) dan DR. Ghansham Anand , SH, Mkn, Ahli Hukum Perdata dari Fakultas Hukum Universitas  Airlangga Surabaya.

Sementara DR. Ghansham Anand , SH, Mkn, Ahli Hukum Perdata  dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya  mengatakan, perjanjian antara penggugat dengan tergugat merupakan perjanjian upaya. Namun, jika perjanjian awal  disertakan bukti dengan aseoir maka bukan lagi disebut  perjanjian upaya, melainkan sudah perjanjian hasil.

“Kalau memang ada bukti yang seperti dimaksud, maka  perjanjian itu bukan perjanjian upaya lagi, tapi sudah menjadi perjanjian hasil, karena sudah menyebut jenis hasil  kelamin bayi pada proses bayi tabung tersebut,”kata  Ghansham Anand saat dihadirkan saksi ahli oleh Aucky Hinting selaku penggugat.

Usai persidangan, Eduard Rudy Suharto selaku ketua tim kuasa  hukum penggugat mengatakan, keterangan dua ahli yang dihadirkan pihak tergugat justru menguatkan gugatannya. “Sudah jelas apa yang diterangkan dua saksi ini semakin menguatkan gugatan kami atau status Dokter Aucky Hinting Makin Kuat Wanprestasi “ujar Eduard Rudy.

Selain itu,  lanjut pria yang menjabat sebagai Ketua DPC KAI Surabaya mengatakan, apa yang dilakukan penggugat pada kliennya, sudah merupakan pelanggaran berat dan telah berorientasi bisnis. ” itu dibenarkan oleh saksi Dr Budi SPOG pada
persidangan tadi,”tandas Eduard Rudy.

Untuk diketahui, Kasus ini bermula saat Tomy dan Evelyn yang  ingin memiliki bayi laki-laki akhirnya mengikuti program bayi tabung di dokter Aucky Hinting dengan membayar biaya Rp47 juta. Ironisnya lagi, bayi tersebut kerap keluar masuk  rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang buruk. ( Irul )

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twenty − 2 =