Sindikat Penipuan Dimas Kanjeng Gentong Di Bekuk Polisi

0
167

a8

Trenggalek,Berita patoliĀ 

sindikat penipuan bermodus penggandaan uang yang dilakukan Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono akhirnya terungkap semua kedoknya.Polres trenggalekĀ  berhasil membekuk pelaku penipuan kanjeng dimas gentong. Pelaku berhasil memperdaya ratusan petani cengkeh dengan mengaku bisa menggandakan uang hingga 200 kali lipat. Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman mengatakan, praktik penipuan itu dilakukan tiga tersangka. Yakni, Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono alias Ida Bagus Hasan Suardika, warga Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Dan dua pengikutnya, Suminto alias Todog warga Desa Karanggandu dan Ahmad Hisyam Damiri warga Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir. “Modus yang digunakan pelaku dengan cara membeli cengkeh para petani, dengan harga Rp 150 ribu per kg atau di atas harga normal Rp 100 ribu per kg. Janjinya, uangnya dibayarkan dalam tempo tiga bulan kemudian,” kata kapolres kepada wartawan, Rabu (14/12/2016). Dari proses tersebut pelaku kembali memperdayai para korbannya dengan mengiming-imingi uang pembayaran akan digandakan menjadi 100 hingga 200 kali lipat. Tapi dengan cara dimasukkan ke dalam gentong gaib. Donny menambahkan, selama enam bulan menjalankan praktik penggandaan uang tersebut, pelaku berhasil melakukan penipuan kepada 209 petani cengkeh di Kabupaten Trenggalek salah satunya Pawini (49) warga desa sawahan kec.watulimo dan Sulastri(41)yang beralamat sama mereka mengalami banyak kerugian . Polisi memperkirakan kerugian akibat penipuan itu lebih dari Rp10 miliar. Dari hasil penyidikan, pelaku Kanjeng Dimas Gentong diduga mengalirkan uang hasil penipuan melalui koperasi nelayan yang didirikannya. “Koperasi ini untuk memutar uang hasil penipuan tadi dan pada intinya pelaku tidak bisa mewujudkan penggandaan uang yang dijanjikan tersebut, sehingga sebagian korban melapor ke Polres Trenggalek,” ungkapnya, Dalam kasus ini polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, rumah Kanjeng Dimas Gentong, padepokan, tiga unit mobil, belasan sepeda motor, gentong penggandaan uang, uang tunai, ribuan dokumen, aneka sesaji serta sejumlah barang bukti lainnya.Sementara Kanjeng Dimas Gentong mengaku, hingga kini belum berhasil melakukan praktik penggandaan uang. Menurutnya proses penggandaan uang dilakukan melalui ritual khusus dengan beberapa sesaji berupa darah kijang, tanah kuburan dan aneka bunga. “Uang tersebut dimasukkan ke dalam gentong, sedangkan proses penggandaan uang ini dibimbing oleh Mbah Tohir, guru saya yang ada di Lumajang,” katanya. Akibat penipuan tersebut, saat ini ketiga tersangka ditahan di Mapolres Trenggalek dan di jerat pasal 379 a, 372 dan 278 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun. (TRING)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 − two =