Sejumlah Proyek yang Lambat Terancam Black List

0
191

Madiun, Berita Patroli

Beberapa proyek fisik terindikasi gagal realisasi dari target pekerjaan hingga tutup tahun. Kondisi itu membuat pemkot geram terhadap rekanan. Bahkan, muncul ancaman mem-black list rekanan yang capaian proyeknya masih minus. ‘’Tidak ada penambahan waktu lagi,’’ tegas Sekda Maidi, (13/12).

Maidi mendesak rekanan memanfaatkan waktu tersisa di 2016 yang tinggal hitungan hari untuk mengejar ketertinggalan. Salah satunya dengan menambah man power dan menerapkan sistem lembur. ‘’Satu dua hari ke depan akan kami evaluasi lagi,’’.

Sayangnya Maidi enggan memerinci proyek mana saja yang mengalami keterlambatan. Dia hanya berjanji akan membuka identitas rekanan yang gagal menyelesaikan pekerjaan kelak setelah tutup tahun. ‘’Pasti saya umumkan. Ini bentuk transparansi agar (proyek lelet) tidak terulang lagi tahun depan,’’.

Maidi lantas mengutip Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 07/PRT/M/2011 dan Perpres 70/2012. Menurutnya, pemutusan kontrak sepihak dapat dilakukan jika  penyedia jasa konstruksi lalai dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kesalahannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. ‘’Memang harus tegas agar mereka profesional dan sesuai dokumen kontrak,’’.

Sebelum pemutusan kontrak, Maidi,akan menerbitkan peringatan secara tertulis atau dikenai ketentuan tentang kontrak kritis. Dia mencontohkan keterlambatan 10 persen harus dilakukan show cause meeting (rapat pembuktian).

Menurut Maidi, ketegasan pemkot itu tidak terlepas pula dari upaya menekan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). Maidi menyebut tahun ini anggaran yang terancam menjadi silpa mencapai Rp 400 miliar lebih. ‘’Jangan sampai makin lama makin besar. Itu harus dikikis. Kalau tidak sekarang, kapan lagi,’’.

Sikap geram terkait proyek lelet juga sempat diperlihatkan Wawali Sugeng Rismiyanto September lalu. Kala itu, dia menyoroti belasan paket proyek yang seolah lemot berjamaah. Mulai yang kelas teri seperti pembangunan rumah timbang di kawasan TPA Winongo hingga normalisasi saluran yang nilainya mencapai Rp 4 miliaran. (pria)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

three × 3 =