Pungli Terselubung Penerbitan SIM di Satlantas Polresta Salatiga

0
263
Foto: AKP Marlin, Kasatlantas Polresta Salatiga.

 

“Saya tidak pernah meminta secara memaksa kepada masyarakat, mereka yang datang sendiri kesatpas ini untuk melakukan pengurusan SIM baru, memang benar untuk penerbitan Surat Izin Mengemudi kendaraan Bermotor Roda dua saya terima uang sebesar Rp 475ribu untuk SIM A dan C sebesar 790 ribu , tapi kan saya tidak meminta, mereka tiba-tiba memberikan uang tersebut kepada saya, ini kan juga membantu masyarakat biar cepat untuk mendapatkan SIMnya,” ungkap pak Nur

Salatiga, Berita PATROLI

Sudah terang dan jelas diatur dalam Undang – Undang No 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas angkutan jalan dan PP No 60 Tahun 2016 tentang PNBP, dan juga Pungutan liar bisa dikategorikan penyalahgunaan kewenangan, mengetahui sebagi atasan mendiamkan berarti turut serta, sanksi diatur dalam UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pidana Korupsi, ada juga PERKAP yang mengatur hal tersebut.

Namun AKP Marlin selaku Kasatlantas Polres Salatiga seakan tutup mata, seoalah olah tahu tapi mendiamkan dan membenarkan, bahkan dengan berani dirinya mengatakan, menerbitkan BPKB, SIM, STNK juga membutuhkan uang untuk biaya CETAK, mungkin sang kasatlantas lupa bahwa semua sudah ditanggung oleh Negara melalui pajak-pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

Foto: Masyarakat yang tengah mengurus SIM.

Pungutan liar secara terselubung ini harus di ungkap secara tuntas,” Ungkap Donn warga Osamaliki Salatiga. Kepolisian Resor Kota Salatiga membawahi empat kecamatan , terdiri dari empat polsek yakni Polsek Tingkir, Argomulyo, Sidomukti dan Polsek Sidorejo, Satuan lalulintas Polresta Salatiga Daerah Jawa Tengah yang terletak dijalan Diponegoro No 82 Salatiga cukup mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar animo masyarakat untuk melakukan kepengurusan penerbitan SIM baru sangatlah besar karena memang pelayanan dari para petugas Satuan Lalulintas Polresta Salatiga cukup ramah, santun dan tidak terkesan angker.

Foto: Tempat Ujian Praktek SIM.

Namun dibalik keramahan para petugas Satlantas tersebut ada fenomena yang perlu masyarakat ketahui secara transparan dan tanpa tedeng aling aling , banyak masyarakat mengeluh terkait sulitnya mendapatkan SIM secara prosedural, dari pengamatan wartawan selama beberapa pekan, rata – rata masyarakat yang melakukan pengurusan SIM baru baik A maupun B1 atau B2 bahkan SIM C hampir dapat dipastikan melalui orang dalam tanda kutip,” Saya ini mas sudah bolak balik kesini hampir 4 x, tetap saja tidak lulus, karena kerjaan jauh, dan harus punya SIM A yaa terpaksa melalui orang dalam, tadi memang bayar 790ribu untuk SIM A dan C, Alhamdulillah sudah selesei, besok bisa dibuat kerja lagi, ini lebih murah daripada calo calo yang diluar, “ Ungkap Fjr warga Susukan .

Kantor Satlantas Polresta Salatiga.

Lebih jauh Fjr menambahkan,” SIM A memang sulit, teori dan prakteknya, jadi harga diatas tidak usah ikut test teori dan praktek, antre aja diruang foto, duduk diam dengerin musik, main HP tunggu panggilan foto, jadi SIM nya. Dalam sehari rata-rata masyarakat Salatiga yang melakukan pengurusan penerbitan SIM baru lebih dari 100 orang , transparansi dalam ujian teori maupun praktek terkesan sangat janggal, karena sebelum ujian teori maupun praktek para pemohon difoto dulu, jadi setelah foto, dari 10 pemohon SIM baru hanya 1 atau dua orang yang ikut ujian teori maupun praktek,” Urai Fjr.

Foto: Masyarakat yang antri foto SIM Baru di Satlantas Polresta Salatiga.

Pada saat hal tersebut dikonfirmasikan ke Kasatlantas Polresta Salatiga Ajun Komisaris Polisi Marlin SP dengan nada tegas AKP Marlin mengatakan,” Anda wartawan apa, darimana, jangan main tuduh dan mencari cari kesalahan, mana orangnya mana nara sumbernya, saya akan tindak sekarang karena saya tidak tahu sama sekali, saat disebutkan beberapa nama dan oknum petugas AKP Marlin memerintahkan memanggil oknum tersebut untuk dikroscekkan dengan wartawan, didepan wartawan oknum petugas yang bernama NUR W dengan gambling menceritakan, membenarkan, mengaku melakukan tindakan tersebut, selang beberapa waktu AKP Marlin masuk lagi keruangan dan mengatakan,” Sudah saya laporkan ke pak Kapolres karena intruksi beliau tidak boleh melakukan hal tersebut,” Ujar Kasatlantas. Sungguh aneh lucu dan ajaib, sekelas ajun Komisaris Polisi yang menjabat sebagai Kasatlantas sebanyak dua kali, tidak mengetahui permainan permainan yang dilakukan oknum-oknum yang bermental tidak baik, masyarakat sudah cerdas, masyarakat sudah tidak bisa dibohong-bohongi dengan bermodus pelayanan tapi dibalik itu mempersulit dengan cara-cara yang tidak elegan, “ Harusnya masyarakat dipermudah tentunya dengan cara-cara yang humanis. Wawan/arief/arya/DS . bersambung )

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

19 + eleven =