Polres Lumajang Diminta Serius Tangani Pungli Desa Nguter

0
119

Lumajang, Berita Patroli
Menyikapi praktek Pungutan Liar (PUNGLI) yang berlindung di balik perdes (peraturan desa) sejauh ini Kades Nguter Kecamatan Pasirian belum di tetapkan sebagai tersangka, pihak Desa Nguter menetapkan perdes No 04 Tahun 2015 tentang Swadaya Hektaran warga dikenakan biaya 20.000/Ha ditambah iuaran IPPAJR sebesar 10.000/Ha dan warga juga dikenakan Iuran wuwungan sebesar 3.000/Rumah.
AKP. Zainul Arifin selaku Kapolsek Pasirian ketika dikonfirmasi tidak berani berkomentar banyak terkait praktek pungli yang dilakukan Kades Nguter, namun beliau  menyampaikan telah melimpahkan perkara ini pada pihak Satreskrim Unit Tipikor Polres Lumjang,  pihak polsek pasirian sekedar mendampingi Unit Tipikor Polres Lumajang dalam melakukan penyidikan lebih lanjut dan untuk hasil dari pemeriksaan tersebut silahkan anda konfirmasi langsung ke Polres,terangnya dengan kalimat singkat dan padat.
Permasalahan pungli  di Desa Nguter mencuat setelah ramai menjadi bahan pembicaraan di masyarakat desa hingga terangkat di pemberitaan media lokal atas keluhan warga yang dikenakan pungutan saat membayar SPPT, pungutan yang diatur dan tertuang di dalam perdes No 4 Tahun 2015 saya rasa itu hanya sebuah rekayasa karna saya sudah klarifikasi terhadap Ketua BPD Nguter hal itu tidak ada  dan pihak BPD tidak pernah diajak koordinasi oleh penyelenggara pemerintahan desa, terang Temari salah seorang warga desa nguter.
Kami memnyerahkan masalah ini sepenuhnya pada aparat penegak hukum tentunya kami berharap pihak kepolisian lebih serius dalam menangani hal tersebut, bagaimanapun hal itu sangat memberatkan warga Desa Nguter, jelas Temari. Sampai berita ini di turunkan, Suliman selaku Kades Nguter belum bisa di konfirmasi lebih lanjut. BERSAMBUNG. (Fas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

seven − three =