Polisi Usut Kematian Bayi Debora, RS Mitra Keluarga Siap Diperiksa

0
74

Jakarta, Berita Patrol

Polisi  kini tengah  melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tewasnya bayi berusia empat bulan Tiara Debora di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

“Polda Metro Jaya mulai turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kematian bayi Tiara Debora Simanjorang, kata  Kabid Humas Poda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan, kemarin. “Tim penyidik kepolisian sudah melakukan penyelidikan tewasnya Debora yang diduga akibat ditelantarkan pihak rumah sakit,” kata Argo Yuwono.

Menanggapi penyelidikan itu, Hubungan Masyarakat RS Mitra Keluarga Kalideres, Nendya Libriyani mengatakan, pihaknya hingga kini belum mendapatkan kabar atau informasi dari pihak kepolisian. “Kami belum mendapatkan kabar atau informasi itu (penyelidikan tanpa ada delik aduan),” ujar Nendya kepada wartawan di Kalideres, kemarin.

Nendya menegaskan, pihaknya juga akan mengikuti semua proses yang telah berjalan. Itu karena pihaknya merasa tidak melakukan dugaan penelantaran terhadap Tiara Debora.”Apabila perlu dilakukan kami siap untuk diperiksa,” kata dia.

Selain itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menyesalkan kematian bayi Debora. Dia pun menyerahkan proses penyelidikan ditangani kepolisian. “Jadi kita tunggu saja seperti apa nanti,” ujarnya.

Dinas Kesehatan DKI masih menunggu hasil dari tim investigasi kematian bayi kecil Tiara Debora di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengungkapkan, pihak wumah sakit bersedia dicabut izinnya bila masalah ini terulang.

Kematian bayi 4 bulan tersebut diduga akibat kelalaian RS Mitra Keluarga, Kalideres Jakarta Barat dan membuat banyak pihak geram.”Saat ini tergantung daripada hasil tim investigasi. Tapi saat ini RS Mitra Keluarga berjanji sama saya melayani pasien dengan benar. Kalau ada masalah lagi, dia bersedia dicabut izinnya,” kata Koesmedi.

Koemedi menambahkan, saat ini pihaknya belum dapat memberikan sanksi terkait keteledoran yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia ini. Meski demikian, dirinya mengatakan pihak RS Mitra Keluarga harus membenahi sistem mereka. “Kedepannya, saya tidak mau terjadi lagi di DKI hal serupa. Efeknya, kita harus betulkan sistem seperti ini, yang belum kerja sama dengan BPJS,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengeluarkan pernyataan resminya mewakili pemerintah, terkait kematian bayi Debora yang diduga akibat ditelantarkan Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. “Kami sangat menyesalkan adanya penolakan pasien dari rumah sakit yang dicairkan dengan permintaan uang muka,” kata Nila di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.admin.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

ten − 2 =