Polisi Tahan Bupati Biak Diduga Korupsi Rp 84 Miliar

0
97

Jakarta, Berita Patroli

Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Papua, kemarin,  menahan Bupati Kabupaten Biak, Alva Edison Ondy tersangka dugaan korupsi sebesar Rp 84 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Mamberano Raya Tahun 2011-2013.

“Penahanan itu dilakukan, setelah kejaksaan menyatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka lengkap atau P21. Termasuk surat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas kasus tersebut,” kata Kabid Humas Polda Papua di  Kombes Pol A.M Kamal kepada wartawan, kemarin.

Kamal menjelaskan, penyidik memeriksa tersangka atas hasil auditor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang menemukan adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 84 miliar, karena pengeluaran uang kas daerah  Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011-2013 tidak melalu SP2D

Dari hasil audit BPK itu, kata dia,  penyidik memeriksa sejumlah saksi—termasuk dokumen pengeluaran kas daerah. Dan ditemukan alat bukti yang cukup hingga akhirnya menetapkan Alva Edison Ondy sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi.”Tersangka waktu itu menjabat Kabag Keuangan Pemkab Mamberamo Raya diduga menyalahgunakan jabatan dan kewenangan untuk memperkaya diri,” kata Kamal.

Kamal mengungkapkan, modus yang digunakan tersangka adalah dengan cara memindahbukukan kas daerah Kabupaten Mamberamo Raya sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 ke rekening pribadi milik tersangka.  Dari tersangka disita berupa uang tunai sebesar Rp116.372.110, sebuah rumah, dua unit mobil Toyota Inova dan Avanza.

Tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman maksimal hukuman kurungan selama 20 tahun penjara, dan denda maksimal 100 juta rupiah.

Menurut Kamal, penyidik segera menyerahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Papua—untuk selanjutnya disidangkan di pengadilan setempat. Admin.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − 10 =