Pengkajian Program Smart City Diskominfo Diduga Menyimpang

0
157

Sukabumi, Berita Patroli

Program SMART CITY dari DISKOMINFO & Persandian Kabupaten Sukabumi masih dalam tahap pengkajian ,kendati demikian sudah banyak menuai kontroversi. Permasalahanya berawal dari kunjungan Kadis Kominfo & Persandian ke kantor Indosat minggu yang lalu.

Sedangkan vendor seluler banyak ,indosat merupakan salah satu diantara vendor seluler, dalamhal ini tentu diduga tidak fair play dalam pengkajianya.Dari hasil komfirmasi hari rabu ,tanggal 6-September- 2017,Dalam kutipan keteranganya Kadis

Kominfo & Persandian Kabupaten Sukabumi H.Ahmad Riyadi.ATD.MBA. mengatakan “ Bahwa dirinya sedang melakukan study banding dengan DISKOMINFO -Kota Sukabumi, kebenaran datang kekantor indosat untuk memenuhi dan mewakili BUPATI -Sukabumi yang mana pihak indosat terlebih dahulu menyurati dan mengundang BUPATI untuk datang kekantornya.

Program SMART CITY masih tahapan study banding dan pihak DISKOMINFO & Persandian masih akan melakukan kunjungan kekantor Diskominfo yang lainnya seperti BOGOR,BEKASI ,TANGGERANG dikarenakan masih perlu pengkajian dalam BENEFIT , Efisiensi anggaran dan keunggulan Vendor sesuler dari alat yang DISKOMINFO yang dibutuhkan. Ungkap Kadis Kominfo & Persandian Kab -Sukabumi.

Ditempat terpisah Ketua Umum AJI-SU ( Aliansi Jurnalis Independent-Sukabumi ) JAYA TARUNA mengatakan “ DISKOMINFO & Persandian Kab- Sukabumi diduga MAL -Admiitrasi atau cacat adminitrasi dalam pengkajian Program SMART CITY ini. Kadis Kominfoyang datang kekantor indosat dan diduga melakukan koordinasi dengan alasan mewakili BUPATI -Sukabumi perlu dipertanyakan Surat Disposisinya atau delegasinya nomor berapa dan kapan surat masuknya.Kadis Kominfo & Persandian semestinya professional dalam mengolah kebutuhan yang diperlukan dalam Program SMART CITY.

Kadis Kominfo & Persandian seharusnya mengundang kekantor para vendor seluler sebanyak mungkin untuk pemaparan dan keunggulan masing masing produk vendor seluler, bukan hanya satu vendor atau tunggal yang dikunjungi dengan alasan yang kurang tepat yang berpotensi negative. Apa lagi Program ini diduga belum masuk RPJM dan RKPD -Online, Sebab kabupaten Sukabumi ini sudah terstrutur dan terencana dalam hal perencanaan maupun program kerjanya.

Birokrasi dari Desa aja ada RPJM-Desa dan DURK untuk Programnya tentunya Dinas Kominfo &Persandian lebih pintar dalam hal ini. Ungkap JAYA.

Ditempat yang terpisah hari Selasa tanggal 5 -September -2017- dilokasi di Aula Setda Pelabuhan Ratu dari hasil konfirmasi dengan Ketua DPRD-Kab Sukabumi H.Agus Mulyadi SE.MH. Dalam kutipan keteranganya mengatakan “ Dirinya baru mengetahui Program SMART CITY ini dari Medsos, Ketika ditanya namanya sering dicatut oleh segelintir orang untuk keperluan pribadi orang yang mengatas namakan Ketua DPRD-Kab Sukabumi.

Ketua DPRD-Kab Sukabumi dengan senyum mengatakan semestinya SKPD harus pintar dan mengcross cek lebih dahulu, seraya meminta maaf kepada awak media yangn meliput Karena akan memimpin sidang paripurna yang segera akan dimulai “ Papar Ketua DPRD . GUNTA & TEAM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − one =