Ir. Nono Hartanto, M.Aq Sosok Pejabat yang Tidak Pernah Risih dalam Menjalankan Tugasnya

0
98

 

Sul-Sel ( Takalar ) Berita PatroIi
Ir. Nono Hartanto, M.Aq resmi menjadi Kepala Balai Perikanan Budidaya. Saat ditemui diruang kerjanya beliau mengatakan Dalam hal ini Nono berujar bahwasanya ia menyadari tugasnya sebagai kepala balai perikanan budidaya akan semakin berat karena terlebih wilayah Kabupaten Takalar ini cukup luas. Namun, ia optimis akan tantangan yang diberikan kepadanya.

Hal ini akan menjadi tantangan buat saya ke depan untuk menjalankan tugas. Saya optimis bisa mengemban tugas ini, dan saya senantiasa siap menerima masukan dan saran termasuk dorongan dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) melalui Dirjen Budidaya sesuai dengan rel yang digariskan,” ucap Nono. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto meminta agar Kepala BPBAP yang baru, yakni Nono Hartano wajib membuat inovasi baru. Kita sebagai pejabat eksekutif yang membuat peraturan dan kebijakan ke depan dituntut untuk membuat inovasi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena itu, pak Nono juga harus membuat inovasi baru.  Selain itu mendorong pengembangan tambak skala intensif ‘3 in 1’ atau ‘2 in 1’. Takalar harus menjadi pelopor untuk budidaya udang diSulawesi serta bisa menjadi tambak percontohan di kawasan timur.

Diapun menyarankan agar tambak binaan BPBAP Takalar mesti dilengkapi dengan Instalasi Pengelolaan Limbah (Ipal) sebab dalam sertifikasi Ipal akan menjadi unsur yang paling penting agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu tanaman mangrove juga dapat dikembangkan. BPBAP Takalar ini harus mempelopori Ipal untuk daerah binaannya ini. Karena ke depan pengembangan perikanan ini tidak harus mencemari lingkungan.

Ini harus juga dibarengi dengan pelestarian mangrove,” ujar Andi syamsul. Selain itu, sumber pun mengatakan bahwa pengembangan budidaya ikan di BPBAP Takalar pun harus dibarengi dengan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) guna minimalisir pakan impor. Gerpari juga perlu dijalankan dan dikembang kan agar mengurangi pakan impor. Kelompok Pakan Mandiri  (Pokanri) juga harus dibentuk di kawasan-kawasan budidaya. Tak hanya itu, penyiapan bengkel di Balai ini juga perlu disediakan untuk restoking benih, laboratorium kultur jaringan harus ada yang besar, jangan skala uji coba. Kita punya program penyebaran 100 juta bibit, diantaranya bibit rumput laut. Ini harus diperkuat, “ Ucap sumber.
(firdaus)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

15 + eleven =