Pembangunan Sarana Transportasi Bogor-Sukabumi Dimulai

0
182
Presiden, Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Barat bersama Bupati dan Walikota Sukabumi menekan tombol sirine tanda dimulainya pembangunan jalaur ganda kereta api Bogor-Sukabumi.

Sukabumi, beritapatroli.net

Pembangunan sarana transportasi, khususnya groundbreaking double track atau jalur ganda Kereta Api (KA) Bogor-Sukabumi segmen Cigombong-Cicurug dimulai di Kecamatan Cicurug  pada Jumat (15/12/2017). Dimulainya pembangunan itu ditandai dengan menekan  tombol sirine bersama Presiden,Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Barat, Bupati Sukabumi dan Walikota Sukabumi).

Dalam acara tersebut Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan (Aher) menyampaikan kondisi dan situasi kemacetan lalu lintas yang berada diwilayah Kabupaten Sukabumi terutama wilayah bogor-Cicurug-Sukabumi, Hal tersebut sering di keluhkan oleh masyarakat kepada dirinya terkait kemacetan yang terjadi.

“Jalur Bogor-Sukabumi akhir-akhir ini  paling macet di Jawa Barat, bahkan bisa dibilang di Indonesia” terang Aher sambil tersenyum. Aher mengaku bayak sekali kritikan dan masukan kepada dirinya untuk segera mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi hal itu, Presiden Jokowi pun menyampaikan pengalamannya ketika melintasi Bogor- Sukabumi tanpa pengawalan sebelum jadi presiden, Dirinya pun mengeluhkan bahwa untuk melintasi jalur tersebut harus menempuh waktu enam jam.”Seharusnya jarak kurang lebih 60 kilometer itu satu setengah jam atau paling lama dua jam, hal seperti ini tidak boleh kita terus teruskan,” kata presiden.

Presiden mengaku sejak dua tahun lalu dirinya melakukan pengecekan tol bocimi yang telah direncanakan sejak tahun sembilan puluh tujuh.” Itu tol bocimi sejak tahun sembilan tujuh sampai dengan tahun dua ribu lima belas maju se meter pun nda, sejak saat itu juga saya printahkan kepada pak menteri untuk diambil alih sama BUMN untuk dikerjakan,” katanya.

Presiden menargetkan Bogor Cigombong diharapkan pada tahun depan bisa selesai. Selanjutnya untuk Bogor- Sukabumi diharapkan pada tahun 2019 bulan oktober bisa selesai. Selain itu Presiden pun berharap pengerjaan jalur ganda kreta api menggunakan sistem pengerjaan padat karya dimana tidak terlalu banyak menggunakan alat berat tetapi memanfaatkan tenaga lokal, sehingga dapat menyerap dan memperkerjakan masyarakat di sekitar lokasi proyek dalam pelaksanaan pengerjaan tersebut.

“Ke depan bukan hanya jalan tol atau kereta api double trek, tapi Sukabumi memiliki bandara,” ujarnya.

Menurut presiden dengan dibangunnya sarana transportasi tersebut dapat menyelesaikan keluhan masyarakat tentang kemacetan lalulintas sehingga masyarakat bisa memilih alat transportasi sendiri dengan nyaman.

Di tempat yang sama Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengaku bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak kementrian perhubungan terkait percepatan akses tranportasi di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Kita berharap banyak bahwa ini adalah solusi untuk percepatan meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik kabupaten maupun kota sukabumi, apalagi kondisi saat ini dan yang selama ini wilayah selatan ini termarjinalkan, harapan kita pembangunan inprastruktur ini menjadi jawaban, dimana infrastruktur ini bisa memberikan nilai kesejahtraan,karena nanti jarak tempuh dan efisiensi jarak antara Sukabumi ini akan menjadi mudah,” kata bupati.

Bupati pun berharap ketika inprastruktur jadi bisa menambah dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat yang lebih dari hari ini, bupati akan terus mendukung dan membantu kelancaran kegiatan pembangunan ini sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya.GUNTA & TEAM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

17 + 4 =