Pegawai Menuntut Status “Mengamuk” di Dinas Perhubungan DKI

0
417
Foto: Tampak sebelah kanan pegawai Dishub yang diapit oleh Marulitua Sijabat di tengah bersama staf setelah ditemukan kesepakatan dalam menyelesaikan status WS Laoly Sapurata.

Jakarta, Berita Patroli

Seorang pegawai Dinas Perhubungan DKI berinisial L marah-marah dan mengamuk ke sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, karena sudah lama statusnya tidak jelas. “Saya sudah lama mengabdi di Dishub, namun hingga kini belum ada kejelasan penempatan bekerja,” kata L-sambil marah-marah di Dishub DKI, kemarin.

Bahkan, dia menuntut TKD (Tunjangan Kinerja Daerah) diberikan kepada yang bersangkutan, karena TKDnya sampai saat ini belum pernah diterimanya. Itu sebabnya, dia marah-marah dianggap pejabat Dishub tebang pilih dalam penempatan pegawai tersebut, sehingga dia merasa kecewa, dan mendesak agar statusnya diberikan yang jelas.

Sementara itu, Sekdis Dishub DKI Jakarta, Budi Setiawan yang dihubungi Berita Patroli via handphone, kemarin, menegaskan bahwa yang bersangkutan baru masuk kembali ke Dishub dari Dinas Lingkungan Hidup pada tanggal 25 Februari 2018. “Kami sedang membuat Surat Keputusan (SK) dari Kadis Perhubungan DKI Jakarta untuk penempatan yang bersangkutan, karena baru selesai divalidasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta,” kata Budi Setiawan.

Peristiwa itu terjadi disaksikan oleh Marulitua Sijabat, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi (Kabid Dalops) Dishub DKI Jakarta. Dan dia bertindak sebagai pimpinan yang mengayomi bawahannya dalam masalah tersebut.

Menurut dia, perlu disampaikan bhw terkait dengan masalah pak WS Laoly Sapurata akan diselesaikan secara prosedural kepegawaian. “Kesalahpahaman yg terjadi tadi pagi semata-mata, karena  adanya niat pengembangan diri dari saudara Laoly namun hal ini tdk terlepas dari analisis beban kerja dan analisis jabatan dalam penempatan personalnya,” ujar Marulitua.red

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

eight − seven =