PD Pasar Jaya Optimistis Raih Laba Rp 90,9 Miliar

0
108
Foto: Amanda Gita, Asisten Humas PD Pasar Jaya.

Jakarta, beritapatroli.net

Perusahaan BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, menargetkan laba bersih tahun 2017 sebesar Rp 90,9 miliar dan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 36,36 miliar.

Asisten Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita, menyebut, pihaknya optimistis target itu bisa tercapai. Menurutnya, hingga Oktober, realisasi laba sudah mencapai 80 persen dari target yang ditetapkan.

“Sisa waktu beberapa bulan, kami akan genjot dari sektor pendapatan. Kami optimistis laba dan setoran PAD bisa mencapai target,” sebut Manda, panggilan Amanda Gita, seperti dikutip ¬†Warta Kota, Selasa (28/11/2017).

Target laba tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dengan tahun 2016 yang sebesar Rp90,6 miliar. Manda menyebut penetapan target itu realistis, jika melihat penetrasi digitalisasi yang terjadi saat ini. Adapun pos pendapatan diraih dari penyewaan kios, biaya pengelolaan pasar, parkir, MCK, dan papan reklame.

“E-commerce sedikit banyak tetap ada imbasnya, terutama untuk penjual busana. Tapi kami secara kontinue terus mengubah dan mengedukasi para pedagang agar bisa menyesuaikan dengan kondisi sekarang. Misalnya dengan adakan pelatihan e-commerce dengan materi-materi cara mengambil foto dengan benar, perbaiki infrastruktur, dan media promosi,” terang Manda.

Terobosan Baru

Tahun ini, kata Manda, Pasar Jaya juga melakukan sejumlah terobosan baru untuk melebarkan sayap usaha. Misalnya dengan peluncuran Jak Grosir atau pusat perkulakan pedagang di Pasar Induk Kramat Jati yang bertujuan memutus mata rantai distribusi dan menjaga stabilitas harga.

“Kita juga bikin sisi bisnis lain yakni Mini DC ada Walang Baru di Jakarta Utara dan Pasar Kramat Jati di Jakarta Timur. Sama halnya dengan Jak Grosir, Mini DC dikhususkan untuk para pedagang,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Manda, ada juga Jak Mart yang lebih khusus ke end user atau konsumen. Ke depan Jak Mart jadi penyaluran KJP. Adapun sampai saat ini Jak Mart sudah ada di Pasar Cikini, Pasar Pramuka, Pasar Baru Metro Atom, Pasar Asem Reges, Duren Sawit, Glodok.

“Untuk Jak Mart, sengaja kami hadirkan di pasar-pasar tematik biar ngga ada gesekan dengan para pedagang. Bentuknya swalayan. Masalah harga, jelas kami lebih murah karena kami ngga profit oriented.¬†Saat inj kami masih kaji potensi titik mana saja yang prospek dibangun Jak Mart, misalkan di kantor kelurahan, kecamatan atau rumah sakit pemerintah,” papar Manda.

Selain itu, program baru lainnya yakni Pembinaan UMKM Pap and Mom Store yang menyasar kios-kios kelontong milik masyarakat.

“Jadi, dalam program ini, kami latih pedagang untuk memanajemen usaha retail. Misalnya soal bagaimana menata layout tokonya, mengelola sistem, pembuatan spanduk, pelatihan retail dengan biaya sekitar 70 juta untuk toko ukuran 40 meter persegi,” jelasnya.

Saat ini menurut Manda sudah ada 34 toko yang tergabung dalam program tersebut.

“Program ini terbuka bagi siapapun. Kami akan melakukan pendampingan dan monitoring. Syarat utamanya adalah ngambil barangnya di Jak Grosir dan Mini DC agar mereka tetap menjadi mitra kami,” jelasnya.admin

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

sixteen − 12 =