Museum Sejarah Jakarta Uji Coba Pintu Masuk yang Baru Direnovasi Rp 2,1 Miliar

0
161
Foto:Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Disparbud DKI Jakarta Sri Kusumawati.

Jakarta,beritapatroli.net

Perusahaan Singapore Perindo setahun lebih baru menyelesaikan proyek renovasi pintu masuk sisi barat Museum Sejarah Jakarta yang dikenal Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Pintu masuk yang menelan  biaya Rp 2,1 miliar itu kini tengah diuji coba sebelum diserahkan ke user (pengguna) sebagai pengelola museum.

Proyek renovasi itu berasal dari dana kompensasi KLB (Koefisien Lantai Bangunan) akan di appraisal oleh Kantor Jasa Penilai Publik, untuk mengetahui apakah betul nilai proyek yang dikerjakan sama dengan nilai anggaran yang diusulkan. “Kalau dinyatakan sesuai baru akan diproses serah terima kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Disparbud DKI Jakarta Sri Kusumawati kepada Berita Patroli di kantornya, Senin (22/1/2018).

“Nanti perusahaan menyerahkan ke badan aset, baru kemudian badan aset menyerahkan ke pengelola museum sebagai user (pengguna),” kata Sri Kusumawati.

Foto:Pintu masuk sisi barat Museum Sejarah Jakarta yang baru selesai direnovasi.

Sejauh ini, kata dia, pintu masuk di sisi barat museum masih tahap uji coba sebagai bahan evaluasi. Dibuka tiap hari mulai pukul 09.00-15.00 Wib, kecuali Senin (libur). Selama uji coba, jumlah pengunjung menurun. Pintu masuk yang lama bisa mencapai 5.000-6.000 orang, kini sekitar 3.000 pengunjung.

“Saya belum tahu pasti apakah penurunan jumlah pengunjung ini akibat pemindahan pintu masuk museum atau karena musim libur panjang. Yang jelas, saya senang turun ketimbang membludak, karena kondisi bangunan museum sudah tua ratusan tahun,” ujarnya.

Ketika ditanya yang direnovasi itu hanya lantai luar dan berbentuk atap saja, menurut Sri, bukan cuma itu didalam museum juga ada yang direnovasi. “Yang jelas, nanti ada tim teknis memeriksa dan menghitung hasil renovasi itu sesuai anggaran atau tidak. Kami hanya sebagai user, dan tentu ikut mengawasi,” kata Sri.

Dia menjelaskan, dalam struktur organisasi yang baru Anggaran UP Museum Kesejarahan Jakarta disatukan untuk 4 museum tahun 2017 sebesar kurang lebih Rp 20,5 miliar yang meliputi Museum Sejarah Jakarta,Museum Joang 45, Museum MH Thamrin dan Museum Prasasti.

Karena itu, Sri menegaskan, tidak benar kalau anggaran renovasi pintu masuk sisi barat museum Sejarah Jakarta mencapai Rp 15 miliar. “Itu tidak benar. Yang benar adalah Rp 2,1 miliar,” ujarnya.admin

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − fourteen =