Menhub Pastikan Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi Maret 2018

0
165

Jakarta, Berita Patroli

Menhub Budi Karya tidak mau barang-barang dari luar negeri seperti dari Eropa, Jepang, dan China transit di negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Karena itu dia meminta Pelabuhan Kuala Tanjung di Selat Malaka, segera beroperasi pada Maret 2018.

Untuk memastikan itu, Budi meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung, Jumat (24/11/2017) siang. Berangkat dari Bandara Kualanamu pukul 12.53 WIB dengan heli Marcedez Benz yang dibuat pada 2015. Di heli tersebut turut serta Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana.

Sekitar pukul13.34 WIB, Budi tiba di pelabuhan tersebut. Terik matahari tidak menghalangi Budi untuk meninjau Pelabuhan Kuala Tanjung.

Budi diberi penjelasan oleh staf Bambang tentang progres Pelabuhan Kuala Tanjung. Progres pelabuhan yang akan menjadi hub internasional di kawasan barat Indonesia ini sudah mencapai 94 persen dari sisi laut dan 74,5 persen dari sisi darat.

“Nanti Maret 2018 kita akan soft launching,” ujar Budi, seperti dikutip Detikcom.

Budi menginginkan Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki dua fungsi. Pertama transhipment port. Kedua port untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kalau ini terjadi ada suatu kebangkitan. Hub sistem yang kita lakukan lokasinya ideal yakni di ujung Selat Malaka dan sejajar dengan Singapura,” kata Budi.

Sisi Pelabuhan Kuala Tanjung

Pelabuhan Tanjung Priok memiliki kapasitas 7 juta TEUs, Pelabuhan di Singapura mendekati 30 ribu TEUs. Pelabuhan Klang di Malaysia 10-12 ribu TEUs.”Nah kalau kita ambil saja di sini (Kuala Tanjung) 7 TEUS sudah sama kayak Priok,” ucap dia.

Budi berharap, barang-barang yang dikirim ke Dumai, Jambi, Palembang dapat melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. Karena nantinya Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi port KEK.”Kita akan bikin regulasi agar bisa kirim dari sini (Pelabuhan Kuala Tanjung),” kata Budi.

Budi menambahkan, untuk mendukung beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, akan dilengkapi dengan infrastruktur transportasi penunjang dan terintegrasi seperti jalan tol dan kereta api. Nah untuk itu, Budi juga meninjau proyek kereta api Bandar Tinggi-Kuala Tanjung, yang lokasinya berdekatan dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Kereta tersebut juga akan beroperasi pada Maret 2018.

Menurut Budi, yang krusial dari pembangunan jalur kereta api tersebut yakni tanahnya milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Inalum dan PT Samudera Indonesia. Untuk Inalum direksinya sudah datang ke lokasi peninjauan. Namun untuk Samudera Indonesia Budi berharap karena kepentingannya sama untuk kepentingan masyarakat, diharapkan mereka dapat melepaskan tanahnya.

“Proyek pengembangan ini perlu didukung oleh semua pihak untuk mengkampanyekan bahwa kita memiliki Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan menjadi transhipment port,” tambahnya.

Pengembangan Danau Toba

Menhub Tinjau Bandara Internasional Silangit

Kemenhub melakukan berbagai cara agar turis domestik maupun internasional banyak yang singgah ke Danau Toba, Sumatera Utara. Caranya tersebut antara lain membuat Terminal Bandara Internasional Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara. Bandara tersebut sudah jadi dengan panjang runway 2.650 meter.

Sebelum Terminal Bandara Internasional Silangit diresmikan Presiden Jokowi pada Jumat (24/11/2017), Budi meninjau terminal tersebut. Begitu tiba pukul 17.21 WIB, Kamis (22/11/2017), Budi bertemu Menteri BUMN Rini Soemarno. Mereka bertemu di sebuah kedai kopi milik bos sebuah stasiun televisi.

Setelah itu, Budi mengecek kesiapan Terminal Bandara Internasional Silangit pada pukul 17.46 WIB. Budi didampingi Dirut AP II M Awaluddin.

Budi melihat sebuah papan besar berisi info teknis Terminal Bandara Internasional Silangit. Di papan itu tertulis total luas Terminal Internasional Bandara Silangit 3.054 meter persegi. Luas check in area 100 meter persegi.

Ketika dilihat, area check in kosong karena penerbangan sudah berakhir. Ada juga check in mandiri seperti di Bandara Soekarno-Hatta.

Sementara itu terlihat juga kantor-kantor maskapai yang sudah tersedia antara lain Sriwijaya Air dan Lion Air. Maskapai yang telah terbang dari dan menuju Bandara Internasional Silangit, yakni maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, Lion Air, dan Wings Air.”Terminal Bandara Internasional sudah siap pakai dan bagus,” ujar Budi.

Budi dalam sambutannya saat Jokowi meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, mengatakan, bandara tersebut dapat dilintasi pesawat Boeing 737-800. Karena itu dapat menarik lebih banyak turis ke Danau Toba.”Artinya apa, kalau kampanye pariwisata, Hong Kong, Taiwan, China, dan India sudah bisa,” ujar Budi dalam sambutannya pada acara peresmian Terminal Bandara Internasional Silangit.

Bahkan Budi mendapat pekerjaan rumah dari Presiden Jokowi yang memintanya memperpanjang runway Silangit menjadi 3.000 pada 2020. Menurut Jokowi, perpanjangan itu waktunya bisa maju atau mundur. Atas hal ini, Budi mengaku siap memperpanjang runway Bandara Internasional Silangit.

Stasiun Pematang Siantar

Untuk menjangkau turis datang ke Danau Toba dengan kereta api, Budi menginginkan agar ada kereta ke kawasan wisata tersebut. Stasiun Siantar dipilih agar turis bisa menjangkau Danau Toba.Dalam rangka memastikan hal itu, Budi mengunjungi Stasiun Siantar, Kota Pematansiantar, Sumatera Utara (Sumut). Budi didampingi Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zul Fikri.

“Tujuan saya ke sini agar Stasiun Siantar dapat beroperasi ke Danau Toba. Jadi masyarakat bisa menjangkau Danau Toba dengan kereta,” ujar Budi yang datang dengan menggunakan heli lalu dilanjutkan dengan mobil untuk menuju Stasiun Siantar, pada Jumat (24/11/2017) sore.mengatakan, kereta api secara umum pelayanannya baik. Karena itu dia ingin masyarakat dapat juga menjangkau Danau Toba dengan kereta.

“Kita ingin Danau Toba menjadi layanan yang sangat dekat dengan turis. Jadi ada juga secara emosional melalui kereta,” kata Budi.

Budi mengharapkan rute baru kereta tersebut dibuka dalam waktu sebulan ke depan. Bahkan tim dari perkereta apian akan dilibatkan.admin

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

12 + ten =