Marak Calo SIM di Satpas Polres Blitar, Pemohon Resah

0
1935
Foto: Satpas SIM di Polres Blitar.

Blitar, beritapatroli.net

Beberapa kurun waktu 4 bulan terakhir mayoritas warga Kabupaten Blitar mengeluhkan sering kena tilang polisi, karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Warga sendiri selama ini mengeluhkan sulitnya mendapatkan SIM baru karena sejumlah oknum polisi bermain dengan para calo SIM.

Alhasil banyak warga gagal mendapatkan sim,meski sudah bolak-balik memohon sim di Satpas Polres Blitar.Dari sekian banyak pemohon,ada yang sampai 4-5 kali selalu gagal,mulai tidak lulus tes teori serta tes praktek.Hal inilah yang di manfaatkan sejumlah calo untuk mendapatkan keuntungan serta berkesempatan mendapatkan uang dari pemohon SIM Baru.

Dari beberapa keluhan warga saat dikonfirmasi awak media berita patroli mengaku sudah bolak-balik 4 sampai 5 kali untuk permohonan SIM. Rata-rata mereka adalah para pelajar serta para remaja yang bekerja di sekitar Blitar serta yang bekerja luar Kota.Para pencari SIM yang gagal biasanya warga Kabupaten Blitar yang beralamat di pinggiran Blitar. Mulai warga Wates,Binangun,Gandusari,Bakung Lodoyo serta wilayah Blitar Pinggiran lainnya.

Warga dengan alamat KTP yang jauh dari Polres Blitar inilah yang biasanya potensial tidak lulus mendapatkan SIM Baru, mereka kebanyak lebih memilik menggunakan jasa Calo dari pada harus bolak-balik,”rumah saya wilayah kecamatan Bakung, saya sudah 2 kali tidak lulus praktek,dari pada saya gagal lagi,saya pilih lewat calo saja,karena jarak rumah saya dengan polres sini hampir 50 kilo meter,capek dan habis uang di jalan kalau terus tidak lulus tes,habis 600 ribu tidak masalah,dari pada uang habis di jalan,”ujar MJ salah satu warga Bakung.

Foto: tempat mangkal para calo SIM.

Dalam menjalankan prakteknya para calo ini biasanya menawarkan jasanya di timur mako polres Blitar (Talun),tepatnya di depan toko PL,maupun dikantin di timur tembok polres bagian Belakang.Tempat ini dipilih para calo karena potensial para warga parkir motor,makan serta foto copy ktp,maupun sim lama.Dipastikan ada sekitar 6-7 orang oknum calo yang menjalankan praktek kotor ini,serta muka-muka lama.Untuk biaya pembuatan sim C baru,calo memunggut biaya sekitar 600-650 ribu rupiah.Para calo ini sendiri sudah memiliki kapling oprasinya yang sudah bekerjasama dengan oknum polisi dalam loket sim.Biasanya mereka memasukan berkas pemohon sim baru melalui pintu loket sim sebelah selatan.Namun terkadang para calo cukup menitipkan berkas pemohon sim ke sejumlah oknum polisi,serta data pemohon cukup di kirim via Sms saja.

Praktek kotor ini sendiri sebenarnya sudah lama terjadi,banyak oknum-oknum yang mencari pekerjaan sampingan,selain mendapatkan gaji dari Negara. Praktek kotor ini justru tidak di ketahui oleh kasat lantas polres Blitar.Kita tahu kasat lantas Polres Blitar AKP Agrya S adalah sosok kasat lantas yang tegas,santun dalam menjalankan tugas.Berkat kepemimpinannya lah jumlah laka lantas di Blitar menurun.Namun karena ulah sejumlah oknum bawahannya,akhirnya membawa image buruk ke satpas polres Blitar.

Beberapa calo sendiri dengan memunggut biaya 600 sim C baru.sim A 800,sim B/Umum 1,4 jt siap memberikan garansi satu hari sim bisa cetak.Meski kami titip ke oknum orang dalam,kami juga tetap procedural,tetap ikut tes tulis dan praktek,”ujar Salah satu calo yang enggan disebutkan identitasnya.Pungli dan calo selain di loket sim,unit laka lantas,juga marak calo dan biro jasa liar di loket samsat Beru Wlingi yang jelas merugikan banyak warga Blitar.Hingga berita ini di turunkan Kasat Lantas polres Blitar belum bisa di konfirmasi.(team.ris)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

4 × 3 =