Kontraktor Atur Walikota, Kadis Tak Berkutik

0
115

Jakarta, Berita Patroli

Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha tersangka suap Rp 5,1 miliar yang kini mendekam dalam tahanan KPK ternyata dalam mengelola anggaran satu triliun lebih itu tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Justru dia memelihara mafia proyek pengadaan barang dan jasa.

Akibatnya, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)  tidak berfungsi dengan baik. Semua itu dilakukan untuk memenuhi pendanaan Pilkada serentak 2018 sebesar Rp 5 miliar untuk KPU dan Panwaslu Kota Tegal Rp 500 juta. Termasuk untuk kepentingan  Bunda Sitha dan pengusaha Amir Mirza Hutagalung untuk mengikuti Pilkada 2018 sebagai pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Tegal.

Bunda Sitha mempercayai kontraktor atau pengusaha untuk mengatur para kepada dinas (Kadis),  pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA)—termasuk ULP dan Pokja. Pengadaan proyek apa pun bisa diatur oleh kontraktor baik pisik maupun non-pisik, sehingga korupsi merajalela di Pemerintah Kota Tegal. Salah satu, proyek pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit yang melibatkan tersangka Wakil Direktur RSUD Kardinah Cahyo Supriadi (CHY).  Ketiga tersangka pun ditahan. Sitha ditahan di Rutan KPK yang berada di Jakarta Timur, Amir di Rutan  Polres Jakarta Pusat, dan Cahyo di Rutan Guntur.

Karena itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, penyidik KPK tengah  menganalisa kasus suap yang melibatkan Bunda Sitha itu, karena diduga terjadi mutasi jabatan tidak wajar untuk menggerogoti dana-dana proyek Pemerintah Kota Tegal.”Saya melihat hari ini di beberapa media banyak PNS-PNS nonjob menggunduli kepalanya di kantor Wali Kota Tegal. Jadi kayaknya ada indikasi bongkar-pasang (jabatan) itu terjadi,” ucap Agus Rahardjo kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2017).

Soal ini pun, KPK menduga kuat ada campur tangan Amir Mirza Hutagalung. Pasalnya politikus Partai NasDem yang baru diberhentikan itu, adalah orang kepercayaan Bunda Sitha.”Dari beberapa informasi yang kami terima ini AMH (Amir Mirza Hutagalung) meskipun swasta, tapi karena tangan kanannya wali kota, cukup ditakuti,” kata Agus Rahardjo. Bahkan Agus menyebut Amir Mirza bisa melakukan penekanan kepada kepala dinas. Selain itu juga menagih duit dari kontraktor.

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Khaerul Huda mengakui, dia menjadi korban pengusaha Amir Mirza Hutagalung—orang kepercayaan Bunda Sitha yang membuat dirinya dimutasi beberapa kali tanpa alasan yang jelas—sampai dipecat wali kota.admin.

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

ten + 14 =