Ketua KPK: Hentikan Membuat Kelompok Sendiri

0
87

Jakarta, Berita Patroli

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengingatkan, para pegawai KPK  agar menghentikan membuat kelompok sendiri, tapi kita  harus kompak. Perseteruan yang terjadi antara Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman dan penyidik senior KPK Novel Baswedan segera berakhir.

“Saya berharap adanya konflik ini  membuat tim lebih kompak. Jangan sampai ada perpecahan,” kata Agus, kemarin.

Agus mengaku telah mengumpulkan seluruh pegawai KPK menyusul konflik yang dibeberkan Aris di hadapan Pansus Angket KPK di DPR. Kepada para pegawai, Agus tegas meminta pegawainya lebih kompak dan tak ada kelompok-kelompok di institusinya. “Kemarin saya sudah pesan hentikan yang namanya mengelompok sendiri-sendiri. Mari kita bersatu, tugas kita masih banyak yang perlu diselesaikan,” tegas Agus.

Menurut Agus, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk terus menjaga kekompakan semua personel di KPK, seperti rajin melakukan konsolidasi. “Lebih sering konsolidasi ya,” kata dia.

Seperti diketahui,  Aris Budiman resmi melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya pada 13 Agustus 2017 lalu. Aris merasa dihina dan dicemarkan nama baiknya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Aris juga menyertakan bukti berupa email yang dikirimkan Novel pada 14 Februari lalu, terkait protes rekrutmen penyidik KPK yang berasal dari Polri. Selain itu, di hadapan Pansus Angket KPK, Aris mengungkapkan adanya konflik internal yang panas atau friksi di KPK. Menurut Aris, friksi tersebut terjadi setelah dirinya menjadi Direktur Penyidikan dua tahun silam. Aris juga menyebut bahwa di lembaga antirasuah terbagi menjadi dua kubu.

Menanggapi hasil sidang Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK atas kasus Aris Budiman yang menghadiri Pansus KPK di DPR, Agus mengaku sidang itu belum memberikan kesimpulan hasil. “Nanti setelah DPP ke Pengawasan Internal (PI)—baru memberikan masukan ke pimpinan,” kata Agus.

Anggota Komisi III DPR RI Wenny Warouw mengatakan, pimpinan KPK harus turun tangan   menyelesaikan masalah Novel dan Aris.Wenny menilai pelaporan yang dilakukan Aris wajar saja. Sebab jika seseorang merasa dicemarkan nama baiknya, maka pihak yang merasa dirugikan menurutnya bisa saja melakukan proses hukum.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dalam email itu Aris merasa tersinggung dengan ucapan Novel yang menyebut dirinya sebagai direktur terburuk sepanjang masa KPK. “Intinya bahwa dari surat itu, media e-mail itu menyatakan Dirdik KPK diragukan integritasnya sebagai direktur. Kedua, Dirdik KPK adalah direktur terburuk sepanjang adanya KPK,” kata Argo.

Atas laporan itu, kata dia, penyidik segera memeriksa saksi-saksi terkait perkara dugaan pencemaran nama baik tersebut. “Penyidik sudah memeriksa saksi pelapor. Selanjutnya, memeriksa saksi-saksi lain,” katanya.

Sementara itu, Taufik Bawesdan kakak kandung Novel Bawesdan mengakui, Novel sudah mengetahui kasus yang dilaporkan Aris Budiman di kepolisian tersebut. Hanya saja, Novel memang belum angkat bicara terkait kasus yang tengah digulirkan di Polda Metro Jaya itu.

“Kalau dari ‎Novel Baswedan sendiri belum (memberikan tanggapan). Mungkin besok akan memberikan tanggapannya sendiri. Tapi kebetulan saya sedang berada di Jakarta (tidak di Singapura),” jelasnya. Admin.

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

10 + 13 =