Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur Masuk Tahap 2

0
127

Ambon, Berita Patroli

Kasus kekerasan anak di bawah umur yang terjadi pada tanggal 23 Januari 2019 di ruang kelas 3 SMP Negeri 7 Kecamatan Saparua Timur, menyeret Ny.J.C.Sapteno sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut penyidik dari Polres Ambon dan PP lease Bripka  Orpah Jambormeas kamis 18 April 2019 di Kejaksaan Negeri Ambon bahwa berkas kasus kekerasan anak di bawah umur sudah masuk Tahap 2 semua berkas sudah lengkap,apakah tersangka atas nama  Ny.J.C.Sapteno akan di tahan pada hari ini,itu semua tergantung dari jaksa penyidik yang menangani kasus tersebut,”Lanjut Bripka Orpah Jambormeas mengatakan ke Media Patroli bahwa kenapa tersangka tidak di tahan karna selama ini dalam proses penyedikan sampai masuk tahap 2 Tersangka sangat kopertif sehingga kami kenakan wajib lapor saja mengingat tersangka sebagai pendidik.

Jaksa J.M.Pattiasina.SH.MH  pada saat di konfirmasih oleh Media Patroli di ruang kerjanya,Kamis 18 April 2019,(Kejaksaan Negeri Ambon) terkait berkas tahap 2 dari Polres Ambon dan PP Lease terkait kasus kekerasan anak dibawah umur, yang tersangkanya Ny.J.C.Sapteno yang nota bene adalah seorang Guru di SMP Negeri 7 Ulat-Ouw Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, beliau mengatakan hari senin 22 April 2019 baru bisah tahap 2,terkait apakah tersangka akan di tahan pada hari senin kita akan liat perkembangan dari tahap 2 nanti.

Harapan dari orang Tua korban Ny.Martha Pelupessy terhadap kasus tersebut,sekiranya proses Hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku di Republik ini,jangan melihat kami orang susah jadi seenaknya melakukan tindakan yang tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat terkususnya pada anak kami,saya berserta keluarga tetap mengawasi perkembangan dari kasus ini.semoga tersangkanya akan mendapat hukuman sesuai dengan perbuatanya.(RL)

 

 

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen + four =