Kasatker SNVT PJPA Dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Maluku

0
278

Ambon, beritapatroli.net

Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi proyek Desa Rawan Air Negeri Kariu tahun 2013 dengan menggunakan Dana APBN sebesar Rp 748.727.000,- sampai memasuki tahun 2019 proyek tersebut tidak selesai.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Tunggal Jaya yang beralamat di Jln Telukabessy RT003/01 Kota Madya Ambon,dengan nomor Kontrak KU.O8.O8/SP/FSK-APBN/PKPAMM.WIL-1 tertanggal 26 maret 2013 serta nomor Penunjukan KU.08.01/SPPBJ/PKPAMM/FSK/2013/06. tertanggal 13 maret 2013.proyek yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah sampai hari ini Masyrakat Negeri Kariau Kecamatan Pulau Haruku,Kabupaten Maluku Tengah, hingga sekarang belum menikmati proyek air bersih tersebut.

Kordinator bidang investigasi KOMITE ANTI KORUPSI INDINESIA (KAKI) Provinsi Maluku ,Isak Salmon mengatakan ke Media Patroli Rabu 20 Febuary 2019, bahwa  Proyek Desa Rawan Air Negeri Kariu Tahun 2013 yang menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah,sampai memasuki tahun 2019 tidak rampung.Menurut isak bahwa hasil konfirmasi KAKI Pro.Maluku dengan Kasatker SNVT PJPA Maluku,Bapak Guntar Maha,membenarkan proyek tersebut tidak selesai dan itu merupakan kesalahan saya selaku PPK PAB dan PAT pada tahun 2013.dan saya berjanji akan menyelesaikan pekerjaan tersebut.Faktanya Realisasi Proyek Desa Rawan Air Negeri kariu yang di laporkan rampung 100% ke Direktur Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air,Ditjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR adalah bohong belaka,”kata Isak.

Ketua DPW Komite Anti Korupsi Indonesia Provinsi Maluku Rudolf A.Lesilolo pada saat di hubungi Media Patroli via telpon seluler Rabu 21 Febuary 2019 terkait proyek pembangunan Desa Rawan Air yang tidak selesai,beliau mengatakan bahwa Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan Negara ratusan juta rupiah tersebut akan di lapor ke Kejaksaan Tinggi Maluku.(RL)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

sixteen − nine =