Kantor Pengadilan Agama Blitar legalkan calo dan pungli.

0
226

Blitar berita patroli – Kantor pengadilan Agama Blitar sudah lama menjadi sorotan warga Blitar raya,pasalnya masih banyak pungli dan calo sidang cerai.Hal tersebut jelas sangat disayangkan,pasalnya pemerintah sedang gencar-gencarnya berantas pungli dan calo,namun faktanya di kantor ini masih saja terjadi.Meski hal tersebut sudah bukan rahasia umum lagi,namun kenyataannya ketua pengadilan Agama Blitar terkesan tutup mata akan kejadian ini.

Hasil investigasi team berita patroli,banyak masyarakat yang sedang menjalani sidang cerai,atau ajukan gugatan cerai yang banyak dikenai biaya tambahan.Untuk proses pendafartaran biasanya warga di embel-embeli uang lelah,nominal antara 25-50 ribu untuk pendaftaran gugatan cerai.Selain itu warga juga dikenakan biaya tambahan lagi untuk pengambilan surat cerai,serta legalisir surat cerai.Untuk nominal pungli bervariasi,antara 15 ribu hingga 25 ribu per surat legalisir dan surat cerai.Dari keterangan beberapa warga yang menjadi korban pungli mengatakan,untuk pengambilan surat cerai di kenakan biaya 12-15 ribu,sedangkan legalisir per lembarnya dikenakan biaya sekitar 10 ribu rupiah,”kalau tidak di kasih uang,mana bisa surat cerai saya bisa di ambil,”terang AR warga sanan Kulon Blitar.

Selain pungli pengadilan Agama ini juga marak juga sidang cerai abal-abal dan patut di pertanyakan ke absahannya secara legal formal.Hal tersebut biasa di alami warga pada saat menjalani sidang cerai,mulai keterangan saksi,keterangan tergugat.Biasanya sidang hanya di jadikan simbolis saja demi cepatnya proses perceraian.Dalam beberapa kasus yang ada beberapa warga yang kebanyakan menjadi TKW,TKI di luar negri banyak yang menjadi korban pemalsuan keterangan di Pengadilan Agama Blitar.Biasanya beberapa kasus cerai warga sama sekali tidak pernah mendapatkan surat undangan sidang cerai dari kantor pengadilan Agama Blitar.Hal ini juga juga terjadi atas persetujuan para oknum pengacara dan lawyer yang mangkal di pengadilan Agama Blitar dengan penggugat cerai.

Biasanya para oknum pengacara memberikan keterangan palsu mulai tak ada keharmonisan rumah tangga, pergi tanpa ada kabarnya,bahkan yang lebih parah lagi tergugat masih hidup tapi di ajukan sudah meninggal dunia.Beberapa lembaga swadaya yang ada di Blitar raya sangat menyayangkan hal tersebut,seharusnya hakim lebih jeli dan jangan terlalu terpaku pada keterangan pengacara penggugat cerai,saya yakin ada konspirasi busuk antara oknum hakim dengan oknum pengacara agar proses cerai segera tuntas,serta mendesak bebaskan pungli di kantor pengadilan Agama Blitar dari segala bentuk,”ujar IP salah satu LSM ternama di Blitar.

Hingga berita ini diturunkan,pihak pengadilan Agama Blitar belum ada yang berani memberikan keterangan sekitar pungli,serta sidang-sidang kilat cerai dengan sejumlah keterangan palsu.Dalam setiap harinya pengadilan Agama Blitar bisa menyidangkan antara 15-20 gugatan cerai.Dan dalam sebulan bisa menyidangkan antara 90-100 gugatan cerai.Selain itu warga juga mengeluhkan lambatnya terbitnya akte cerai. (wawan,tris)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

five × three =