Jokowi Siregar Sah Batak

0
1124

Jakarta,Berita Patroli

Presiden Joko Widodo  (Jokowi) resmi menjadi orang Batak bermarga Siregar untuk mengikuti prosesi acara adat Batak Mandailing, Sabtu (25/11). Pemberian marga ini dalam bahasa batak “Mangain” (mengambil marga). Kalau tidak bermarga, pesta adat tidak bisa dilaksanakan.

Itu sebabnya, perkawinan beda suku, misalnya, putera-puteri berasal dari Non-Batak (Sileban) wajib melaksanakan acara Mangain jika nikah dengan Suku Batak. Kalau tidak, upacara adat pernikahan baik adat Batak Toba, Mandailing, Karo maupun Simalungan tidak bisa dilakukan.

Misalnya, Jokowi asal Suku Jawa mendapat mantu orang Batak bermarga Nasution, wajib dia harus punya marga dari Suku Batak. Semua itu bertujuan agar pesta adat “Dalihan Natolu” bisa berjalan dengan baik. Pasangan pengantin Kahiyang Ayu Boru Siregar dan Bobby Nasution akan dibawa ke tepian raja alias sungai. Pendampingnya pengantin laki-laki dan perempuan. Pada saat acara itu, Presiden Joko Widodo bersama Iriana akan datang.

“Presiden menghadiri acara adat mulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 12.00 Wib. Kemudian dilakukan upah-upah. Nantinya, Presiden Jokowi akan manortor,” kata Harry Lontung Siregar,  Ketua Panitia Pernikahan putri  Presiden Jokowi. Ada serangkaian acara adat Mandailing yang digelar saat ngunduh mantu keluarga Bobby Nasution. “Pesta adat dilaksanakan dua hari, pada 24 hingga 25 November 2017. Kemudian resepsi pada Minggu (26/11). Acara adat diawali dengan pemotongan kerbau yang dilakukan pada Jumat (24/11) pagi,” ujarnya.

Ia mengklaim, acara pesta adat akan dihadiri raja raja Mandailing yang akan mendoakan serta mendukung pengantin. Perlu diketahui, Mangain atau mangampu Boru yang pro-aktif bukan sipangampu melainkan keluarga yang menghendaki pangampuon itu demi untuk urusan Adat Dalihan Natolu.Sebut saja, misalnya, Bobby Nasution telah menjalin hubungan kasih dengan Kahiyang Ayu asal Jawa melangsungkan ke jenjang pernikahan, konsekuensinya harus mengikuti aturan Adat Dalihan Natolu.

Karena itu, Jokowi diberi marga Siregar, sesuai marga ibunya Bobby Nasution. Dengan begitu, puterinya Kahiyang Ayu menjadi Boru Siregar. Banyak keluarga kurang memahami makna marga yang diberikan kepada Non-Batak. Dari marga inilah, pesta adat bisa dilaksankan.

Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa Siregar itu bukan Batak, salah besar. Pasalnya, marga Siregar adalah Suku Batak bukan Non-Batak. Kalau  soal adat, tata caranya saja yang berbeda-beda, tetapi tidak menghilangkan adat “Dalihan Natolu”, baik itu Adat Mandailing, Adat Toba, Adat Karo maupun Adat Simalungun.

Yang jelas, perbedaan itu hanya terlihat dari segi pakain ulos adat, manortor, penyebutan nama raja-raja dalam dalihan natolu tersebut. Yang pada intinya, acara adat sah, setelah kedua belah pihak bermarga. Sehingga keluarga besar Raja Siregar dan keluarga besar Raja Nasution secara resmi bisa melaksanakan perkawinan secara Adat Mandailing.

Puncaknya, kalau adat Batak Toba, sekeluarga mendatangi hula-hula, membawa makanan khas, kemudian meminta agar parumaen yang sudah bersama anak laki2nya diampu oleh Hula-hula. Sedikit uang atau piso-piso atau pasituak natonggi dibagikan kepada pihak hula-hula. Beres sudah Parumaen Boru Jawa itu sudah dianggap sah menjadi boru dari keluarga yang mangampu. Admin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 1 =