Hakim Tipikor PN Bengkulu Ditahan

0
72

Jakarta, Berita Patroli

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menetapkan tiga tersangka kasus suap penanganan perkara korupsi di Pengadilan Negeri Bengkulu, kemarin.Ketiga tersangka itu, Dewi Suryana Hakim Tipikor , Hendra Kuniawan panitera pengganti.  dan DHN pensiunan panitera pengganti. Dari tersangka disita uang senilai Rp 115 juta.Setelah menjalani pemeriksaan intensif, kemarin, ketiga tersangka langsung ditahan.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan,  uang tersebut ditemukan di rumah Dewi Suryana (Hakim PN Bengkulu) di Bengkulu sebesar Rp 40 juta yang dibungkus kertas koran dalam kresek hitam.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan sebanyak Rp 75 juta ditemukan di rumah DHN selaku pensiunan panitera pengganti. Diduga Rp 75 juta tersebut merupakan bagian dari commitment fee Rp 125 juta untuk mempengaruhi putusan. “Uang haram hasil suap sempat dibuang ke halaman belakang rumah Dewi,” katanya.

Tim menemukan uang tersebut di antara rerumputan di belakang rumah,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, kemarin. Namun, belum dijelaskan apakah uang tersebut sengaja dibuang untuk menghilangkan barang bukti. KPK juga terus menelusuri duit Rp 75 juta yang ditemukan di rumah saksi pensiunan panitera pengganti berinisial DHN. “Kita juga masih akan mendalami Rp 75 juta yang ditemukan di salah satu saksi itu ditujukan untuk apa dan untuk siapa. Dan apakah itu pemberian tahap pertama atau tahap berikutnya,” tutur Febri.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan Dewi Suryana dan panitera pengganti PN Bengkulu Hendra Kurniawan sebagai tersangka penerima. Sementara PNS Syuhadatul Islamy sebagai tersangka penyuap.

Dewi dan Hendra diduga menerima suap sebesar Rp 125 juta dari pihak keluarga terdakwa perkara dugaan korupsi Wilson, Syuhadatul. Uang tersebut disinyalir untuk mempengaruhi vonis perkara Tipikor dengan terdakwa Wilson.admin

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

13 + 8 =