Dua Kali Lolos, Setya Novanto Tersangka

0
116

Jakarta, Berita Patroli

Tidak gampang memang membidik Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu. Sebelum tersangka, Novanto pernah juga diperiksa sebagai saksi kasus suap PON Riau dan kasus suap Akil Mochtar Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, dia selalu lolos dari jerat hukum itu.

Waktu itu, KPK sempat menggeledah ruangan Setya Novanto di lantai 12 Gedung DPR.Penggeledahan itu guna menyita berbagai dokumen terkait kasus yang menjerat mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, yang juga politikus Partai Golkar.Terkait kasus itu, Setya Novanto membantah terlibat. “Saya tak pernah menerima proposal atau memerintahkan Dinas Pemuda dan Olahraga Riau untuk menyerahkan uang suap agar anggaran turun,” kata dia.

Begitu juga kasus yang melibatkan Ketua MK Akil Mochtar terkait suap, gratifikasi dan pencucian uang dalam sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada). Setya Novanto disebut mengirim pesan singkat lewat BBM permintaan uang Rp 10 miliar dari Akil Mochtar yang juga politikus Partai Golkar. Dia mengaku telah melarang Zainuddin AmaliĀ  Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Jatim) sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa mengurus masalah Pilkada Jatim. Dia juga mengakui bahwa hubungan Akil Mochtar dengan Golkar tidak baik karena banyak perkara sengketa pilkada di MK yang tidak dimenangi Golkar. Dari kedua kasus itu, Setya Novanto lolos. Dia diperiksa sebatas saksi.

Kini, Ketua KPK Agus Rahardjo tidak mau kecolongan. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan tersangka-termasuk barang bukti proyek pengadaan KTP Elektronik senilai Rp 5,9 triliun itu, ternyata ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun. Dari fakta hukum itu, lembaga anti-rasuah itu pun menetapkan Setya Novanto tersangka dugaan korupsi e-KTP.

Setya Novanto disebut-sebut berperan aktif mengatur perencanaan dan pembahasan anggaran dalam pengaadaan barang dan jasa, khususnya proyek e-KTP yang anggaran bernilai Rp 5,9 triliun.

Bahkan, kata Agus Rahadjo, Setya Novanto Ketua Umum Partai Golkar itu melaui pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong juga ikut mengondisikanperusahaan yang menjadi pemenang lelang proyek e-KTP.

Proyek pengadaan e-KTP dimenangkan oleh konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Konsorsium itu terdiri atas Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo Persero), PT LEN Idustri (persero), PT Quadra Solution , dan PT Sandipala Arthaputra. Adapun proses penetapan pemenang lelang itu dikoordinasikan oleh Andi Narogong.admin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

7 + 12 =