Dirut Garuda dan Dirut TVRI Dicopot

0
28
Foto:Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

 Jakarta, Berita Patroli

Para pejabat kini wajib ekstra hati-hati, karena tidak ada lagi kata maaf bagi yang melanggar hukum dan tidak profesional mempimpin lembaga atau perusahaan plat merah itu. Sebut saja, Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari   Ashkara terancam tamat. Termasuk penonaktifan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI.

Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari Ashkara dari jabatan Dirut Garuda karena  diduga terlibat kasus penyeludupan onderdil Harley Davidson keluaran tahun 1972 serta dua sepeda Brompton. “Saya memberhentikan saudara Ari dari jabatannya untuk diproses lebih lanjut,” kata Erick Thohir ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Sementara itu, Helmy Yahya juga dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama TVRI dengan nomor 241/DEWA/TVRI/2019 tanggal 5 Desember 2019. Surat penonaktifan itu berisi penyampaian Surat Keputusan Dewan Pengawas No.3 Tahun 2019, di mana isinya telah membastugaskan Helmy dari jabatan Dirut LPP TVRI periode 2017-2022. Helmy melawan. Dia menyatakan dirinya masih sebagai Dirut TVRI.

Foto:Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate bersedia membantu menyelesaikan masalah. Dia tak ingin penonaktifan Helmi menjadi kegaduhan.”Tidak perlu ribut-ribut.Masalahnya yang harus diselesaikan bukan untuk memperbesar masalah,” kata Johnny kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Politikus Partai NasDem ini menjelaskan, TVRI membutuhkan manajemen yang kuat supaya tetap eksis sebagai lembaga penyiaran yang maju di negara ini. Kemajuan zaman membuat TVRI juga harus bersaing dengan bentuk media lain. “TVRI membutuhkan manajemen yang kuat agar tetap eksis dan bisa berkembang di era teknologi digital dengan berbagai disrupsi yang menuntut inovasi dan kreativitas para pemimpinnya. Persaingan sudah semakin ketat, tidak saja di antara stasiun televisi atau perusahaan penyiaran, tetapi juga dengan platform digital dan aplikasi digital yang sudah berkembang dengan pesat,” tutur Johnny.

Dewan Pengawas TVRI beserta jajaran direksi perlu mencari jalan keluar. “Kami tentu dengan terbuka bersedia ikut membantu menjembatani dan mencarikan jalan keluar untuk kepentingan kemajuan TVRI dan implementasi penugasan TVRI yang lebih baik,” kata Johnny.

Erick Thohir mengungkapkan, dalam proses penyelundupan tersebut, awalnya Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Ashkara (AA) telah melakukan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik tahun 1972 sejak tahun 2018. Selain itu, yang bersangkutan juga telah melakukan transfer dana ke rekening pribadi Finance Manager Garuda Indonesia berinisial IJ (Iwan Joeniarto) di Amsterdam.red

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

four × 1 =