Pencanangan GERBANGDUTAS 2017 di Pusatkan di Natuna

0
200

Natuna, Berita Patroli
Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (GERBANGDUTAS) tahun 2017, dipusatkan di Ranai Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri. Dijadikannya daerah berjuluk Mutiara di Ujung Utara itu, karena daerah tersebut merupakan kawasan perbatasan dan terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja dan Malaysia. Sesuai dengan program Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalam Nawacita nomor 03 tentang pembangunan nasional yang dimulai dari pinggir atau perbatasan.

Dalam acara yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sri Serindit  Rana Kabupaten Natuna pada Rabu (08/03) siang itu, juga di hadiri oleh tamu agung dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Jend. TNI Purn. Wiranto. Dalam sambutannya, mantan Ketua Umum Partai
Hanura itu mengatakan, bahwa ide Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin membangun nusantara dari daerah pinggiran atau perbatasan itu, perlu disyukuri dan diapresiasi. Sebab kata dia, agar masyarakat khususnya yang tinggal diperbatasan juga mendapatkan keadilan pembangunan dari pemerintah pusat, baik dari segi infrastruktur, keamanan dan ketahanan pangan.

“Presiden sudah mengintruksikan dari seluruh kementerian, untuk membangun kawasan perbatasan. Beliau ingin bangun dari pinggiran dulu, ini patut kita syukuri dan apresiasi,” ungkap Wiranto. Dijelaskannya, bahwa daerah perbatasan merupakan kawasan yang sangat strategis untuk dibangun. Karena daerah perbatasan termasuk Kabupaten Natuna, merupakan daerah terdepan, bukan terluar. Maksudnya kata dia, daerah perbatasan bukanlah sekedar pos lintas batas negara, tapi merupakan beranda terdepan yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

“Jadi ada tiga poin terpenting yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan, yaitu Keamanan, Ketahanan pangan dan Infrastruktur yang memadai,” terangnya. Dalam laporannya, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Prabowo menjelaskan, bahwa Natuna dijadikan salah satu pusat Gerbangdutas sekaligus awal dimulainya pembangunan kawasan perbatasan pada tahun anggaran 2017, karena merupakan wilayah terluar disebelah utara NKRI yang berada di Provinsi Kepri, salah satu dari 5 Provinsi terluar di Indonesia yang menjadi fokus pembangunan kawasan perbata san oleh Pemerintah Pusat.

Diterangkannya, bahwa dalam mensukseskan program Nawacita ke 3 ini, Pemerintah Pusat melalui APBN telah menggelontorkan dana sebesar Rp. 17,8 triliun dalam membangun kawasan perbatasan diseluruh Nusantara. Untuk Kepri sendiri, kebagian jatah sebesar Rp. 1,18 triliun yang akan dibagi untuk 5 kota dan kabupaten yang ada, seperti Batam, Bintan, Karimun, Anambas dan Natuna. “Natuna dapat Rp. 400,6 milyar,” terangnya. Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang sengaja datang ke Natuna untuk turut menyambut kedatangan Menkopolhukam beserta rombongan mengatakan, bahwa Pemprov Kepri akan merubah wajah dan corak seluruh kota dan kabupaten yang ada di Kepri, dari segala aspek, baik ekonomi, agama dan budaya. “Kami sudah bertekad membangun dan merubah corak Kepri dalam bentuk pembangunan yang lebih baik dari segala aspek,” tutur Nurdin.

Bupati Natuna H. Abdul Hamid Rizal juga tak ingin ketinggalan menyiakan kesempatan baik ini, orang nomor satu di daerah ujung utara NKRI itu, menyampaikan keluhannya terhadap Menteri Kehutanan yang hingga saat ini belum mengeluarkan izin pembukaan dan pengelolaan hutan kepada salah satu investor yang membuka perkebunan kelapa sawit untuk warga transmigrasi di Kecamatan Bunguran Batubi. “Ada sekitar 4000 hektar lahan untuk penanaman kelapa sawit yang terbeng kalai. Padahal jika ini jadi, akan mampu menyedot pengangguran, karena dalam sehektar setidak nya dibutuhkan 3 orang pekerja,” ungkap Hamid.

Berikut nama Menteri yang menemani Menkopolhukam ke Natuna untuk kali ke 3, Mendagri Djahjo Kumolo, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menhub Budhi Karya, Menkominfo Rudiyantara, Men PUPR Basuki Hadimuldjono serta beberapa orang petinggi dari Mabes TNI. (edi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nine − one =