Diduga Paksa Gadis Ke Tretes, Sekdes Sumberbanteng Digeruduk Ratusan Warga

0
177

Pasuruan, Berita Patroli
Diduga melakukan perbuatan asusila terhadap seorang warganya yang masih berusia remaja. Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberbanteng, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan digeruduk oleh warga saat dirinya di balai desa setempat.

Warga yang geram dengan perilaku Sekdes bernama Tajab tersebut, datang ke balai desa dengan dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin yang merupakan salah satu tokoh masyarakat setempat.

Beruntung aksi ini sudah terlebih dulu diantisipasi oleh pihak Muspika Kecamatan Kejayan. Sehingga ratusan warga yang hendak masuk ke balai desa tidak diperkenankan untuk masuk semuanya, hanya beberapa orang perwakilan saja yang diperbolehkan masuk. Selanjutnya, perwakilan warga ini ditemui oleh Kades Sumberbanteng, Abdur Rohim dan pihak Muspika Kejayan. Mereka kemudian langsung mengajak mediasi antara perwakilan dari pihak warga tersebut dengan Tajab.

Dalam mediasi ini, perwakilan warga yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin menyampaikan bahwa warga  meminta supaya Tajab mundur, dan juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan agar dengan tegas, untuk segera mencopot status Tajab yang saat ini masih berstatus PNS. “Saya diminta oleh pihak keluarga dan warga untuk menyampaikan, supaya saudara Tajab mengundurkan diri sebagai sekdes dengan lapang dada,” kata Habib Ali Zainal dihadapan Perwakilan Muspika Kejayan dan Kades setempat, saat proses mediasi berlangsung di balai desa, Senin (29/05/2017).

Ia menjelaskan, tuntutan warga ini dipicu lantaran beberapa waktu lalu Tajab usai melakukan dugaan perbuatan asusila dengan salah seorang remaja setempat berinisial BN,(17). “Info yang saya terima mengatakan bahwa pak Tajab ini, usai melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap BN. Bahkan, BN juga telah diajak secara paksa ke Tretes untuk berhubungan badan. Namun, setelah itu yang bersangkutan enggan bertanggung jawab,”ujarnya.

Usai mendengarkan pernyataan dari koordinator warga tersebut, Kades setempat Abdur Rohim langsung meminta dengan hormat kepada Tajab supaya mengundurkan diri dan sekaligus membuat surat pernyataan. “Kami sudah memenuhi tuntutan warga yang meminta supaya Pak Tajab mundur dari jabatannya sebagai Sekdes. Namun, untuk pencopotan status PNS-nya itu adalah urusan Pemerintah. Itu bukan wewenang kami,” terang Kades Abdur Rohim kepada awak berita Pasuruan saat ditemui seusai mediasi. (muin/indra/wulan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 + 16 =