Dana Proyek Revitalisasi Kali Besar Diduga ‘Bocor’

0
345
Foto:Gamal Sinurat, Asda Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.

Jakarta,beritapatroli.net

Dana proyek  revitalisasi Kali Besar sebesar Rp 270 miliar diduga menguap alias bocor, karena kontraktor tidak tepat waktu menyelesaikan proyek sejak Agustur 2016.

“Proyek revitalisasi itu harus selesai pada Juni 2017. Namun, hingga kini mangkrak. Sementara dana proyek sudah mengalir ke konsultan, kontraktor dan sejumlah oknum yang menangani proyek tersebut,” kata Santoso, pengamat dari masyarakat peduli pembangunan dan ekonomi kepada Berita Patroli di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Kalau pun kontaktor diberikan adendum (perpanjangan waktu) untuk mengerjakan proyek itu, namun mereka harus dikenakan sanksi denda dari nilai proyek. Kalau tidak, kontraktor bisa dikenakan sanksi administarsi, perdata dan pidana, sesuai fakta integritas yang mereka tanda tangani dalam dokumen kontrak kerja. “Kontraktor bisa masuk dalam daftar hitam, juga dipidanakan jika tidak mengembalikan uang yang dibawa kabur itu,” kata dia.

Sayangnya, Pemprov DKI Jakarta belum mengambil tindakan terhadap Sampurna Land, yang menunjuk PT  Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai konsultan proyek revitalisasi itu, dan PT MAU sebagai kontraktor yang melaksanakan pekerjaaan proyek tersebut.

Revitalisasi Kali Besar yang dirancang oleh Arsistektur Budim Lim semestinya rampung pada Juni 2017. Tapi pengerjaan proyek itu kacau balau. Tercatat, empat titik pengerjaaan mangkrak. Pihak konsultan dan kontraktor sepertinya tak sanggup menyelesaikan proyek tepat waktu.

Pertama pembangunan pintu air di ujung Kali Besar di perbatasan Kelurahan Tambora dan Kelurahan Glodok. Lokasi pengerjaan pintu air tampak berantakan. Kali pun masih dibendung dan baru ada 2 tiang beton berdiri. Kedua, pembetonan dasar Kali Besar di ruas Jembatan Kota Intan sampai Jembatan Kopi. Ketiga, pemasangan mesin penjernih air (fitrasi) di kawasan Pasar Pagi Asemka.Keempat, proyek revitalisasi Kali Besar ruas Jembatan Jalan Bank-Jembatan Kopi, pengerjaan belum terlihat bentuknya. Padahal hal ini ruas kali utama yang pertama digarap.

Sejauh ini, hanya pembetonan dasar kali saja yang telah rampung—dan jembatan itu masih terus dikerjakan. Belum terlihat bagaimana bentuk bangunan di sana, sebab pengerjaan baru sebatas di dasar saja.

Proyek Revitalisasi Dihentikan

Sementara itu, Gamal Sinurat, Asda Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta ketika dihubungi Berita Patroli mengatakan, kedua proyek tersebut tidak ada yang mangkrak. “Pembangunan Kali Besar terus berjalan dan sudah tahap finalisasi,” kata Gamal, sambil meminta Berita Patroli untuk menghubungi Dinas UMKM agar mendapat penjelasan lebih rinci. Gamal Sinurat juga meminta untuk menghubungi Dinas Parbud melalui UPK Kota Tua atau menghubungi PKLH untuk mendapat informasi lebih lengkap soal revitalalisasi kali besar. “Yang jelas, untuk revitalisasi kali besar untuk tahap pertama saat ini dalam proses finalisasi, baru nanti akan dimulai untuk yang tahap kedua,” kata Gamal.

“Kami tidak menangani masalah kebijakan. Yang kami tangani adalah masalah operasional PKL Jalan Cengkeh,” kata Djarot Sarifudin, Kasi KUMKMP Pemprov DKI Jakarta.

Ketika ditanya soal ada proyek mangkrak—dan kebocoran anggaran, Gamal Sinurat menegaskan, kok bisa tahu kalau proyek itu mangkrak. “Saya infokan saja bahwa pekerjaan itu tidak mangkrak tapi dihentikan sementara hanya untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu,” kata Gamal.

Dia menjelaskan, pengehentian pekerjaan sementara itu, karena masih menunggu hasil penelitian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) terhadap keberadaan benda-benda cagar budaya pada lokasi tersebut. Sedangkan untuk pekerjaan-pekerjaan lainnya tetap berjalan.

“Saya tidak mengerti maksudnya kebocoran. Namun sebagai informasi, bahwa semua pekerjaan ini nantinya akan dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dan angka hasil penilaian KJPP tersebut yang akan kita pedomani dan digunakan untuk perhitungan-perhitungan apapun. Jadi tidak ada kebocoran,” kata Gamal Sinurat. tim

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

11 + five =