Bupati Batubara Diduga Terima Suap Proyek dari Kontraktor

0
95

 

Jakarta, Berita Patroli

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), kemarin, menangkap Bupati Batubara, Sumatera Utara  OK Arya Zulkarnain bersama enam  orang lain, salah satu pengusaha/kontraktor pemenag tender proyek  yang diduga menyuap bupati tersebut.

Ketujuh orang yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di  KPK , Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, setelah tiba sekitar pukul 01.07,  Kamis (14/7/2017).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menyebut ada 7 orang yang ditangkap. Arya diduga menerima suap terkait pengurusan sejumlah proyek. “Ada sejumlah uang juga yang kita amankan. Indikasinya, penerimaan atau hadiah janji tersebut terkait dengan adanya fee pengurusan sejumlah proyek di sana,” kata Febri.

Febri menyebut, di antara tujuh orang itu, ada unsur penyelenggara negara serta unsur pejabat daerah, yaitu kepala dinas, dan dari swasta.

“Ada unsur kepala daerah sebagai penyelenggara negara. Tentu sekarang proses pemeriksaan masih dilakukan, pemeriksaan awal,” ucapnya.

Setelah diperiksa di Polda Sumatera  Utara, kemarin, mereka dibawa ke KPK Jakarta. Tujuh mobil secara berturut-turut memutar dan   masuk ke lobi depan KPK.Mobil pertama yang berhenti di lobi menurunkan seorang lelaki berkacamata. Dia mengenakan setelan kemeja biru muda dan jaket hitam. Saat ditanya soal keterlibatannya dalam suap ini, lelaki itu diam seribu bahasa. Dia lalu mengikuti arahan polisi untuk masuk ke dalam gedung KPK.

Semenit kemudian, giliran mobil kedua yang berhenti di lobi. Kali ini OK Arya Zulkarnain yang turun. Dia mengenakan seragam putih. Arya juga menolak buka suara ketika diberondong pertanyaan oleh wartawan terkait kasusnya. Dia lalu masuk didampingi seorang polisi dan petugas keamanan KPK. Keduanya akan diperiksa intensif maksimal 24 jam hingga KPK menetapkan status tersangka dalam kasus ini. admin

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 + 9 =