Belum 3 Bulan Menjabat Plt. Gubernur Sumarsono Dihadang dengan Ijasah Palsu

0
260

Jakarta, Berita Patroli
Kasus pemalsuan Ijazah dalam merekrut PHL di Sudin Olah raga jakarta utara siapa yang harus bertanggungjawab dan bagaimana dengan nasib sudin Olah raga yang kecolongan dalam menjalankan/melaksanakan Pergub no. 212, atau yang sering disebut wirosableng.

Penerimaan ratusan tenaga PHL di Sudin olah raga jakarta utara yang di muat di web DKI Jakarta berjumlah 148 orang. Namun perekrutan tersebut dinyatakan cacat hukum, karena selama 3 minggu tim wartawan Berita Patroli, melakukan investigasi dan menemukan bukti-bukti yang akurat.

Dimana penerimaan beberapa orang peserta seleksi PHL ternyata menggunakan ijazah palsu dan sertifikat palsu, bahkan ada yang ijazahnya masih di urus sementara orangnya sudah di terima jadi tenaga PHL.

Aneh bin ajaib, saat permasalahan ini di konfirmasi melalui surat ke walikota jakarta utara, secara tertulis kepala suku dinas olah raga yang baru menjabat, Heru Haryanto menjawab melalui suratnya per tanggal 9 Januari 2017 tidak menjelaskan adanya penggunaan ijazah palsu tersebut.

Dari isi surat terkesan normatif dan belum menjawab secara substantif adanya ijazah palsu dalam seleksi teraebut. Namun saat di konfirmasi pada tanggal 14 Januari, secara lisan Heru mengatakan, “ada seorang yang sudah kita perksa dan sudah kita keluarkan” katanya.

Sementara berdasarkan data dan keterangan fakta, penggunaan ijazah palsu dalam seleksi perekrutan PHL di Sudin olah raga jakarta utara bukan hanya satu orang saja, melainkan ada puluhan orang bahkan 30 orang kata sumber saat dikonfirmasi.
Lebih mengagetkan tim wartawan Berita Patroli, Kasubag Tata Usaha, sudin olah raga jakarta utara, dikatakan malah mengarahkan beberapa orang untuk mengurus atau membuat ijasah palsu dan sertifikat palsu tersebut.

Ijazah palsu tersebut di urus seseorang berinisial MR, dan MR mengurusnya kepada seseorang di Serang, merujuk kepada keterangan sumber, tidak tertutup kemungkinan Kasubag Sudin Olah raga jakarta utara memiliki kedekatan dengan  orang tersebut.

Sebab dengan begitu mudahnya MR menerbitkan ijazah palau yang dipergunakan untuk persyaratan terhadap seleksi di Sudin Olahraga Jakut. Publik dan penegak hukum serta pemerintah DKI jakarta, diminta untuk peduli atas permasalahan ini.
Sebagaimana sebelumnya, tim wartawan Berita Patroli, telah melakukan konfirmasi kepada Kasubag TU sudin orda jakut, namun terus membantah, bahkan terkesan menutupi.

Sementara Odang Gufron, selaku mantas Kasudin Olah raga Jakarta utara, sampai saat ini belum dapat di mintai keterangannya, di hubungi melalui handphone dan Whatshap juga tidak aktif.

Tim wartawan Berita Patroli juga sudah menyampaikan 2 kali surat tembusan kepada Kepala dinas olah raga atas masalah ini, namun belum mendapat tanggapan apapun. Kejadian ini menjadi buktinyata dan sekaligus tamparan keras kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono dimana pemerintahan pusat seperti DKI masih harus berhadapan dengan pemalsuan dokumen (ijazah) dalam merekrut PHL.
Dari sisi tanggungjawab, kasus ini jelas-jelas menjadi pertarungan jabatan dan birokrasi bahwa Plt. Gubernur terlah mencederai birokrasi dan mengkhianati undang’undang. (Tim Berita Patroli) Bersambung…..

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

20 − 3 =