Bedah Rumah Tak Layak Huni di Desa Pesawahan

0
505

Sukabumi, Berita Patroli

Mimin (35) janda beranak lima tak mampu menahan tangis lantaran rumahnya mendapat perhatian warga Kp Cikurutug Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Rumah yang puluhan tahun tak layak huni kini tampak mentereng berkat bantuan warga.

Mimin yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi lima anak dan seorang ayah yang mulai jompo tidak menyangka warga Kp Cikurutug RT007 /RW003 bergotong royong mebongkar rumahnya yang berukuran lima puluh meter.

Dari lima orang anaknya satu diantaranya telah berkeluarga. Dari empat anak dua diantaranya masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) dan dua lagi tidak bisa melanjut akibat tidak mampu membiayai.

Selain itu diapun harus mengurus ayahnya yang tidak lagi bisa mengurus dirinya. Setiap hari dia harus membanting tulang menghidupi keluarganya sehingga urusan rumah cukup tidak diterjang hujan dan panas. "Jangankan memperbaiki rumah. Untuk makan saja sudah sulit. " Kata Mimin yang sangat bersyukur rumahnya direhab warga.

Tokoh masyarakat Cikurutug Aang Haetimi dan Ketua RT007/RW003 Darto mengatakan bermodal bantuan Dinas Sosial senilai empat juta rupiah warga sepakat berswadaya membangun rumah Mimin. Keduanya menggelar pertemuan untuk mengumpulkan swadaya dari lingkungan. Setelah mendapat kepastian swadaya warga setempat keduanya bergerak mengetuk agnia lain. Sebelum dilakulan pembongkaran kebutuhan matrial digundukkan didepan rumah Mimin.

Aginia yang berperan membantu lanjut keduanya BKM Pasawahan, Lembaga Alam Lestari Indonesia (LALI), H.Mamad, Ibu-ibu pengajian hingga perangkat dan Kades Pasawahan. Alhasil dari target sebulan pembangunan kemungkinan akan rampung dalam satu dua minggu. Sebab matrial dan tenaga kerja dari warga setempat setiap hari bekerja secara bergilir. "Kami tidak menyangka antusias warga dan agnia begitu tinggi. Insya Allah dalam waktu rumah ini akan rampung." Kata Aang dan Darto.

Direktur LALI Aang Erlan Hudaya dan Kades Pasawahan Dahlan Sudarlan tidak hanya memberikan apresiasi tinggi terhadap warga Kp Cikurutug tapi juga para agnia. Menurut keduanya budaya gotong royong masih dipertahankan warga Kp Cikurutug.

Keduanya akan siap mensupport penyelesaian rumah Mimin guna memberi contoh ke kampung lain."Mereka bergerak spontan untuk nmembantu sesama dengan cara bergotong royong. Budaya gotong royong ini yang membuat kami angkat jempol untuk warga Kp Cikurutug dan kami akan mensuport penyelesaian rumah ini." Kata Aang Erlan Hudaya dan Dahlan Sudarlan.

Dari pemantauan Berita Patroli gotong royong warga Kp Cikurutug patut diapresiasi pemerintah berbagai pihak. Padahal Desa Pasawahan memiliki perusahaan berskala internasional tetapi warga lebih memilih swadaya di lingkungan sekitar. Hal tersebut membuat banyak pihak kagum dimana bermodal kebersamaan mereka mampu membantu sesama. Gunta/Wahid

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

twenty − 5 =