Anies Diminta Copot Kadis Pariwisata DKI

0
142
Foto:Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Tinia Budiati.

Jakarta,beritapatroli.net

Masyarakat anti Narkoba mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Bawesdan mencopot  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) DKI Tinia Budiati, karena dinilai tak mampu mengawasi dan membina pengusaha hiburan malam, diskotek dan karaoke di Jakarta.

“Selama ini, Disparbud DKI disinyalir lemah dalam pengawasan tempat hiburan malam yang mengakibatkan maraknya peredaran narkoba,”  kata Trisno, seorang anggota Anti Narkoba kepada Berita Patroli di Jakarta, Kamis (22/2).

Diskotek dan karaoke, menurut Trisno, sudah menjadi sarang narkoba. “Ini sangat membahayakan generasi muda yang menjadi ketergantungan obat-obatan berbahaya itu,” kata dia.

Seperti diketahui, kata Trisno, Standar Operasional Prosedur (SOP) Disparbud DKI Jakarta tidak hanya mengawasi aktifitas izin usahanya, tetapi juga kegiatan yang diselenggarakan di diskotek, karaoke . “Jika ditemukan adanya usaha hiburan mengedarkan narkoba, seharusnya diberikan sanksi yang berat—bahkan bisa mencabut izin usahanya (Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata–TDUP),” ujarnya.

Kalau tidak, menurut dia, diduga ada oknum-oknum Disprbud yang bersekongkol dengan pengusaha hiburan, sehingga mereka leluasa betransaksi narkoba. Seharusnya untuk pengawasan dan pembinaan tempat hiburan malam yang kerap disalahgunakan, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 tentang Pariwisata.

Sementara itu, ketika Berita Patroli dan beritapatroli.net menghubungi Kadisparbud DKI Tania Budiati lewat telepon tidak menjawab. Begitu pun ketika di sms melalui WA juga tidak membalas.

Bahkan Gubernur Anies pernah memerintahkan Kadisparbud DKI untuk mengawasi tempat hiburan malam, ternyata tidak diindahkan. “Karena itu, Anies tak lama lagi akan memutasi sejumlah pejabat eselon II dan III—untuk tidak bermain-main dalam pengawasan tempat hiburan malam,” tutup dia.

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif menyebut fakta ini sudah cukup menjadi alasan Anies-Sandi merombak pejabat dan PNS di Disparbud DKI. “Sudah saatnya dirombak mulai dari kepala dinas sampai pejabat eselon III dan IV,” katanya.

Kasus peredaran narkoba ini mencuat kepermukaan berawal dari pernyataan Kepala BNN Komjen Budi Waseso yang menyebut ada 36 tempat hiburan malam di Jakarta terindikasi terkait peredaran narkoba. “Saya sudah buktikan dengan memakai orang lain, dan ternyata bisa membeli narkoba di diskotek,” kata dia. tim.

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

nineteen − 6 =