5 Perbedaan Pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo dan Medan

0
375

Jakarta, Berita Patroli

Pernikahan putri tunggal Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat, khususnya pengguna media sosial. Pernikahan tersebut berlangsung di kota asal Kahiyang dan Bobby, yaitu Solo dan Medan.

Seperti dikutip kumparan (kumparan.com) merangkum lima perbedaan pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo dan Medan.

  1. Pakaian adat

Dalam acara pernikahan yang berlangsung di Solo, Rabu (8/10), Kahiyang-Bobby mengenakan pakaian adat Jawa. Di antaranya pakaian gaya putri Solo dan pakaian dodotan atau basahan yang terdiri dari kemben, dodot bangun tulak, selendang sekar, dan masih banyak lagi.

Berbeda dengan acara di Solo, dalam acara pernikahan yang digelar di Medan, Sabtu (25/11), Kahiyang-Bobby kenakan pakaian adat Batak Mandailing (Tapanuli Selatan) berwarna oren, hitam dan merah. Motif yang didesain dalam baju adat tersebut menceritakan keanekaragaman budaya Tapanuli dan Mandailing Natal, sesuai dengan suku keluarga besar Bobby Nasution.

  1. Makeup

 

Riasan wajah Kahiyang di Solo memegang tradisi keraton yang sudah dipertahankan bertahun-tahun. Endang Sri Sundari Sumaryono menjadi salah satu tim perias Kahiyang. Selain Kahiyang melakukan tirakat puasa Senin-Kamis dan salat tahajud sebelum dirias, Ibu Sumaryono juga mendoakan seluruh peralatan makeup yang akan digunakan untuk merias Kahiyang saat akad nikah atau resepsi pernikahan agar memberi dampak yang berbeda bagi sang pengantin.

Jika di Solo Kahiyang dirias oleh Ibu Sumaryono, lain halnya dengan perias Kahiyang di Medan. Acara pernikahan di Medan Kahiyang memakai jasa makeup artis (MUA) atau perias pengantin dari Jakarta untuk pesta adat dan resepsi pernikahan di Medan pada 24-26 November 2017. Adalah Barry Irawan, MUA atau perias pengantin yang mempercantik wajah putri dari Presiden RI Jokowi.

  1. Dekorasi

 

Dalam cara pernikahan yang berlangsung di gedung Graha Saba Buwana, Surakarta, Jawa Tengah, Senin (6/11) lalu, tampak dekorasi yang didominasi nuansa kental adat Jawa klasik. Terdapat ukiran kayu, pencahayaan dan dekorasi gedung yang memiliki hiasan wayang gunungan. Uniknya, terdapat inisial dari Kahiyang dan Bobby pada ukiran kayu tersebut.

Jika di Solo didominasi dekorasi adat jawa klasik, perayaan di Medan justru dilengkapi dengan tujuh macam bunga. Tujuh bunga tersebut di antaranya bunga lili, bunga carnation, bunga hosyang, bunga baby breath, bunga kekwa dan bunga melati. Warna-warna khas Mandailing, daerah asal Bobby, seperti merah, putih dan hitam mendominasi dekorasi tersebut.

  1. Hidangan

 

Acara pernikahan tidak lengkap jika tidak ada hidangan khas dari daerah tersebut. Para tamu undangan pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo dijamu dengan berbagai macam hidangan, di antaranya setup makaroni, cabuk rambak, sate kere, gudeg, kambing guling, timlo, Markobar–merek martabak buatan Gibran–, es puter dan serabi Solo.

Berbeda dengan Solo, tamu undangan di Medan juga dijamu dengan berbagai hidangan khas Tapanuli Selatan. Mulai dari sayur daun singkong tumbuk, ikan sale gulai, sale balado, sup daging sipirok, sambal tuktuk dan ikan teri. Serta hidangan utama menggunakan bahan baku pakat dan holat, makanan khas Mandailing.

  1. Iring-iringan musik

 

Pesta pernikahan Kahiyang-Bobby di Solo diiringin musik gamelan serta konser gamelan nusantara. Musik gamelan identik dengan kelembutan dan mencerminkan keselarasan hidup masyarakat Jawa.

Sedangkan untuk acara pesta pernikahan di Medan, Kahiyang-Bobby diiringi dengan musik gordan sambilan, salah satu kesenian tradisional suku Mandailing. Gordang sambilan terdiri dari sembilan gendang atau bedug yang mempunyai panjang dan diameter yang berbeda sehingga menghasilkan nada yang berbeda pula.admin

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

2 × 4 =